Tok! Akhirnya Mobil Bisa Melintas di Bendungan Lahor Malang

Tok! Akhirnya Mobil Bisa Melintas di Bendungan Lahor Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 03 Agu 2026 14:15 WIB
Gate Bendungan Lahor, Malang yang dibuka paksa oleh warga dan digratiskan.
Gate Bendungan Lahor (Foto: Istimewa)
Malang -

Perum Jasa Tirta I (PJT I) melakukan penyesuaian terhadap pembatasan akses kendaraan roda empat (R4) yang melintasi puncak Bendungan Lahor, Kabupaten Malang. Penyesuaian ini dilakukan setelah mempertimbangkan kebutuhan mobilitas dan aspirasi masyarakat.

Kepala Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas Perum Jasa Tirta I, Agung Nugroho mengatakan, PJT I mendengarkan berbagai masukan yang disampaikan masyarakat terkait kebutuhan akses melalui Bendungan Lahor.

"Kami memahami aspirasi yang disampaikan masyarakat serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang selama ini menggunakan akses Bendungan Lahor," ujar Agung dalam keterangan resminya, Senin ((3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung menyebut, dengan mendengar aspirasi masyarakat tersebut ssrta melihat kondisi di lapangan. Pihaknya kemudian mempertimbangkan adanya penyesuaian akses bagi kendaraan roda empat maupun roda dua pada jam-jam tertentu.

"Setelah mempertimbangkan masukan tersebut dan kondisi di lapangan, kami melakukan penyesuaian dengan memberikan akses bagi kendaraan roda empat untuk melintas mulai pukul 04.00 WIB hingga 22.00 WIB," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Agung, pengaturan akses ini akan terus dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan aspek keamanan bendungan.

Dengan pengaturan tersebut, kendaraan roda empat diperbolehkan melintas melalui puncak Bendungan Lahor pada pukul 04.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Sementara pada pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB, kendaraan roda empat tidak diperbolehkan melintas.

Dalam pelaksanaannya, kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat tetap melakukan pembayaran sebesar Rp 1 melalui sistem tap kartu.

Mekanisme tersebut diterapkan sebagai upaya pengendalian keamanan di Bendungan Lahor.

Agung menuturkan, pengaturan waktu tersebut merupakan upaya PJT I untuk mencari titik temu antara kebutuhan mobilitas masyarakat dan tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keamanan bendungan.

"PJT I terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Kami berupaya memberikan ruang bagi kebutuhan mobilitas masyarakat. Namun pada saat yang sama keamanan dan keandalan bendungan tetap menjadi prioritas. Kami berharap penyesuaian ini dapat menjadi solusi yang dapat diterima bersama," ujarnya.

PJT I terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan terkait agar pelaksanaan pengaturan akses Bendungan Lahor dapat berjalan aman dan tertib.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan jam operasional yang telah ditetapkan, melakukan tap saat melintas, serta mengikuti arahan petugas di kawasan Bendungan Lahor.



(mua/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads