Serda Ahmad Diduga Dianiaya Senior hingga Tewas gegara Salah Beli Mi

Serda Ahmad Diduga Dianiaya Senior hingga Tewas gegara Salah Beli Mi

Sugeng Harianto - detikJatim
Jumat, 11 Sep 2026 14:15 WIB
Serda Ahmad bersama ayahnya.
Foto semasa hidup Serda Ahmad bersama ayahnya. (Foto: Istimewa)
Magetan -

Ayah almarhum prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa, Toni Eko Prasetyo mengungkap fakta baru terkait dugaan penganiayaan yang menewaskan putranya. Toni menyebut, penganiayaan itu diduga dilakukan senior korban di asrama.

Toni yang juga menjabat Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Madiun mengatakan, dugaan penganiayaan tersebut bermula ketika Serda Ahmad diminta seniornya membeli makanan.

Toni menyebut, anaknya diduga dianiaya karena makanan yang dibeli tidak sesuai dengan permintaan senior. Serda Ahmad disebut diminta membeli mi kuah, tetapi yang dibawa justru mi goreng hingga membuat murka senior saat di asrama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng," tutur Toni, dengan mata sembab usai menangisi kepergian anaknya kepada detikJatim, Jumat dini hari (11/9/2026).

Insiden dugaan penganiayaan yang bermula dari persoalan makanan itu disebut terjadi pada Rabu malam (9/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Toni mengatakan, penganiayaan diduga kembali terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"Info yang saya dapat ada dua kali waktu penganiayaan yang pertama pukul 23.00 WIB dan yang kedua setelah itu dini hari nya pukul 03.00 WIB," terangnya.

Menurut Toni, almarhum Serda Ahmad diduga meninggal akibat jadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya. Penganiayaan dilakukan oleh senior berjumlah empat orang saat di asrama pada Kamis pagi sekitar pukul 03.00 WIB.

"Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB tadi pagi. Saya dihubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB," lanjutnya.

Toni menambahkan, salah satu rekan korban awalnya mengabarkan bahwa anaknya meninggal dunia karena kecelakaan. Namun, rekan korban lainnya memberikan informasi berbeda, yakni Serda Ahmad diduga menjadi korban penganiayaan senior.

"Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior," tandas Toni.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads