Pertemuan Terakhir Serda Ahmad dengan Ayah Sebelum Tewas Dianiaya Senior

Pertemuan Terakhir Serda Ahmad dengan Ayah Sebelum Tewas Dianiaya Senior

Sugeng Harianto - detikJatim
Jumat, 11 Sep 2026 13:00 WIB
Ibu Serda Ahmad Muzammil, anggota TNI yang tewas diduga dianiaya senior
Ibu Serda Ahmad Muzammil, anggota TNI yang tewas diduga dianiaya senior/Foto: Sugeng Hariono/detikJatim
Magetan -

Pertemuan singkat di Jakarta pada Selasa (8/9/2026) ternyata menjadi perjumpaan terakhir Serda Ahmad Muzammil Farisa dengan sang ayah, Toni Eko Prasetyo. Toni tak menyangka tugas dinas luar kota yang dijalaninya bersama Bupati Madiun H Hari Wuryanto itu menjadi momen terakhir bertemu putra sulungnya.

Serda Ahmad Muzammul Farisa, prajurit TNI AU, diduga meninggal secara tidak wajar setelah disebut menjadi korban penganiayaan seniornya. Keluarga mengaku mendapat informasi yang berbeda mengenai penyebab kematian almarhum, sementara jenazah sempat menjalani proses autopsi di Jakarta.

"Pertemuan terakhir saya saat ada tugas dinas luar kota saya ke Jakarta kemarin lusa," ujar Toni, ayah Serda Ahmad kepada detikJatim, Jumat (11/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Toni mengatakan, pertemuan terakhirnya dengan Serda Ahmad terjadi saat dirinya mendampingi Bupati Madiun H Hari Wuryanto dalam kegiatan di Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Toni menyempatkan diri bertemu dan berfoto bersama putranya.

ADVERTISEMENT

"Kemarin hari Selasa saya ketemu saat saya mendampingi Pak Bupati Madiun kebetulan ada acara di Jakarta," ungkap Toni.

Toni yang menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Madiun itu tidak menyangka pertemuan tersebut menjadi kali terakhir dirinya bertemu dengan anaknya.

"Tidak mengira pertemuan terakhir," tandas Toni sambil menghela nafas dan menahan air mata.

Sebelumnya, pihak keluarga juga membeberkan kondisi jenazah Serda Ahmad setelah mendapat kiriman file foto. Toni menyebut terdapat luka lebam di bagian dagu serta luka pada bagian dada.

"Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya," jelas Toni.

Menurut Toni, Serda Ahmad diduga meninggal setelah menjadi korban penganiayaan seniornya. Ia menyebut penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh empat senior di asrama pada Kamis dini hari.

"Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB tadi pagi. Saya di hubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB," papar Toni.

Toni mengatakan, informasi awal yang diterimanya menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Namun, ia kemudian mendapat informasi lain dari rekan almarhum yang menyebut putranya diduga menjadi korban penganiayaan senior.

"Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior," tandas Toni.

Suasana duka masih menyelimuti kediaman Toni Eko Prasetyo dan Retno Setio Rini di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, hingga Kamis (10/9/2026) malam. Puluhan warga tampak mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

Jenazah Serda Ahmad Muzammul Farisa tiba di rumah duka sekitar pukul 01.00 WIB. Jenazah dibawa menggunakan ambulans TNI AU dan kemudian dimakamkan setelah disalatkan.

Bupati Madiun H Hari Wuryanto serta sejumlah ASN Pemkab Madiun turut hadir dalam prosesi pemakaman dan salat jenazah almarhum.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads