5 Fakta Kematian Serda Ahmad yang Diduga Dianiaya Senior di TNI AU

5 Fakta Kematian Serda Ahmad yang Diduga Dianiaya Senior di TNI AU

Denza Perdana - detikJatim
Jumat, 11 Sep 2026 10:00 WIB
Jenazah Almarhum Serda Ahmad Muzammil tiba di rumah duka di Magetan.
Jenazah Almarhum Serda Ahmad Muzammil tiba di rumah duka di Magetan. (Foto: Sugeng Harianto/detikJatim)
Magetan -

Dugaan kasus penganiayaan kembali terjadi di lingkungan militer. Serda Ahmad Muzammul Farisa, prajurit muda TNI AU asal Magetan diduga meninggal secara tidak wajar akibat penganiayaan.

Peristiwa itu diketahui pihak keluarga dari teman-teman korban. Namun, informasi tentang penyebab kematian ini masih simpang siur, meski pihak keluarga mengaku mendapat informasi ditemukan adanya sejumlah luka di tubuh puteranya.

Berikut ini sederet fakta terkait tewasnya Serda Ahmad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5 Fakta Kematian Serda Ahmad Diduga Dianaya Senior di TNI AU

1. Diduga Dianiaya 4 Senior di Asrama

Teka-teki di balik meninggalnya Serda Ahmad Muzammul Farisa perlahan terkuak dari pengakuan sang ayah, Toni Eko Prasetyo yang menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Madiun.

Toni membeberkan bahwa anak pertamanya itu diduga kuat menjadi korban tindakan penganiayaan berat yang melibatkan 4 orang seniornya di asrama pada Kamis (10/9/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

ADVERTISEMENT

2. Ditemukan Luka Lebam di Dagu dan Dada

Dugaan tindak kekerasan tersebut menguat setelah keluarga mendapatkan informasi mengenai kondisi fisik almarhum. Menurut keterangan sang ayah, terdapat sejumlah luka benturan benda tumpul pada tubuh korban.

"Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya," jelas Toni kepada detikJatim, Kamis (10/9/2026).

3. Informasi Kematian Sempat Simpang Siur

Toni menceritakan, kabar duka yang ia terima pada subuh hari sempat diwarnai simpang siur informasi dari rekan-rekan almarhum. Pihak keluarga mulanya mendapat laporan bahwa anaknya mengembuskan napas terakhir akibat kecelakaan.

Namun selanjutnya ada rekan korban yang lain yang memberikan bocoran tentang kejadian yang sebenarnya.

"Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB tadi pagi. Saya di hubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB," papar Toni.

"Pukul 04.00 WIB saya di hubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan, tapi dianiaya senior," tandas Toni.

4. Jenazah Sempat Diautopsi di Jakarta

Kedatangan jasad prajurit muda yang baru mengabdi sekitar setahun itu sempat tertahan cukup lama karena harus menjalani prosedur medis berupa autopsi di Jakarta untuk kepentingan penyelidikan hukum.

Salah seorang tetangga korban, Yuyun (55), membenarkan bahwa jasad almarhum belum tiba di rumah duka lantaran proses autopsi di ibu kota masih berlangsung.

"Belum datang jenazah," ujar Yuyun (55), tetangga korban kepada detikJatim, Kamis (10/9).

"Belum tiba. Masih autopsi, tidak tahu kenapa," kata Yuyun.

5. Rumah Duka Dipadati Pelayat dan Personel TNI AU

Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman orang tua almarhum di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan. Karangan bunga ucapan duka cita tampak berderet memenuhi area halaman rumah duka.

Para pelayat dari kalangan ASN Pemkab Madiun hingga puluhan personel dari Lanud Iswahjudi Magetan bersiap silih berganti memadati rumah duka hingga Kamis malam untuk menyambut kedatangan jenazah almarhum dari Jakarta.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads