Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur bersama tim gabungan telah menelusuri penyebab sungai di Surabaya berbusa hingga menyebabkan ikan-ikan mati. Ternyata, ini merupakan dampak kebakaran gudang PT Wings Surya.
Kepala DLH Jatim, Nurkholis menyatakan, sungai berbusa di Surabaya memang disebabkan oleh kebakaran di PT Wings. Pihak perusahaan, disebut siap bertanggung jawab.
"Dalam koordinasi penanganan, PT Wings Surya menyatakan kesediaannya untuk mendukung upaya pemulihan Kali Surabaya," kata Nurkholis saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (9/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurkholis menyatakan, pihaknya bersama tim gabungan akan memantau pemulihan yang dilakukan oleh PT Wings.
"Perusahaan akan bekerja sama dengan konsorsium Lingkungan Hidup untuk melakukan penyisiran dan pembersihan bangkai ikan di sepanjang Kali Surabaya, mulai dari muara Kali Tengah hingga Pintu Air Jagir," jelasnya.
"PT Wings Surya juga berkomitmen berkoordinasi dengan PJT I, PDAM Kota Surabaya, DLH Provinsi Jawa Timur, dan DLH Kabupaten Gresik untuk membahas langkah pemulihan kualitas air Kali Surabaya paling lambat Kamis besok," tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem, Nurkholis menyebut perusahaan juga harus menyiapkan pelepasan bibit ikan jenis endemik Kali Surabaya.
"Pelaksanaan langkah pemulihan tersebut akan disampaikan secara berkala setiap satu minggu kepada DLH Kabupaten Gresik dengan tembusan DLH Provinsi Jawa Timur, DLH Kota Surabaya, PJT I, dan BBWS Brantas," bebernya.
"DLH Kabupaten Gresik selanjutnya akan melakukan pengawasan terhadap ketaatan lingkungan hidup PT Wings Surya pada pekan kedua September 2026. Pengawasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut terhadap hasil verifikasi lapangan serta untuk memastikan pemenuhan kewajiban perusahaan dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup," tambahnya.
Nurkholis menambahkan, DLH Jatim akan memastikan bahwa penanganan kejadian ini dilakukan secara terukur, terpadu, dan berbasis data.
"Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Kali Tengah dan Kali Surabaya, sementara hasil pengujian laboratorium akan digunakan untuk memperkuat analisis mengenai kualitas air, dampak terhadap ekosistem, serta menentukan langkah penanganan dan pemulihan berikutnya," tandasnya.
