Kekeringan telah melanda 24 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Selain itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga masih terjadi di sejumlah titik.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengeluarkan instruksi kepada MUI di 38 kabupaten/kota Jatim untuk menggelar Salat Istisqa'. Salat Istisqa' dilakukan untuk memohon ke Allah SWT menurunkan air hujan saat kemarau panjang.
"Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kekeringan, MUI menginstruksikan kepada MUI Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk pertama menggerakkan dan memfasilitasi pelaksanaan Salat Istisqa' di wilayah masing-masing khususnya daerah yang terdampak kekeringan," kata Sekretaris Umum MUI Jatim Hasan Ubaidillah (Gus Ubed) saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (10/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, lanjut Gus Ubed, MUI Jatim mengajak ulama, tokoh agama, pesantren, takmir masjid, organisasi kemasyarakatan Islam, dan seluruh elemen umat Islam untuk bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa' serta memanjatkan doa memohon turunnya hujan.
"Ketiga mendorong masyarakat untuk memperbanyak istighfar, doa, sedekah, serta menjaga dan menghemat penggunaan air," jelasnya.
Keempat, lanjut Gus Ubed, MUI Jatim meminta MUI di tingkat kabupaten/kota membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan, BPBD, BAZNAS, dan lembaga terkait dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya pemenuhan kebutuhan air bersih.
"Kelima menyesuaikan waktu dan teknis pelaksanaan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing daerah," tandasnya.
Sebelumnya diketahui, sebanyak 36.091 kepala keluarga (KK) telah terdampak kekeringan di Jawa Timur pada musim kemarau tahun ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) beserta pemerintah kabupaten/kota terus mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah yang membutuhkan.
