TNBTS Perketat Pengawasan Usai Pendaki Ilegal Hilang Saat Terobos Semeru

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 10 Sep 2026 10:00 WIB
Gerbang selamat datang menuju pendakian Semeru yang saat ini ditutup total dari pendaki karena masih terjadi kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS. (Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim)
Malang -

Gunung Semeru masih ditutup untuk aktivitas pendakian akibat kebakaran hutan dan erupsi. Namun, larangan tersebut tak membuat delapan pendaki mengurungkan niat untuk masuk ke kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melalui jalur ilegal di Candi Jawar, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Kedelapan pendaki itu berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Tuban, dan Kediri. Awalnya, tujuh orang lebih dulu diamankan petugas, sementara satu pendaki sempat tertinggal hingga tersesat.

Kini, TNBTS akan melakukan pengawasan ketat agar tidak lagi kecolongan dengan aksi pendaki ilegal.

1. Delapan pendaki terobos Semeru saat tutup

Delapan pendaki tersebut diketahui melakukan pendakian Gunung Semeru ketika Balai Besar TNBTS masih memberlakukan penutupan aktivitas pendakian akibat kebakaran hutan dan erupsi. Aktivitas mereka dilakukan tanpa izin resmi melalui jalur yang bukan merupakan jalur pendakian yang dibuka untuk umum.

Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Balai Besar TNBTS Bambang Suriyono membenarkan adanya delapan pendaki yang menerobos penutupan tersebut.

"Mereka asal Jawa Timur, ada yang dari Tuban, Surabaya, Kediri, dan lain-lain," kata Bambang saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

2. Masuk melalui jalur ilegal Candi Jawar

Rombongan tersebut mulai melakukan pendakian pada Senin (7/9/2026) dan memilih jalur Candi Jawar di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, untuk masuk ke kawasan Gunung Semeru.

TNBTS memastikan keberadaan rombongan itu bukan berada di luar kawasan konservasi, melainkan sudah masuk ke wilayah yang masih dilarang untuk aktivitas pendakian.

"Mereka melakukan pendakian secara ilegal dan saat ini pendakian gunung Semeru masih ditutup," ujar Bambang.

3. TNBTS tegaskan mereka masuk kawasan konservasi

Bambang memastikan, lokasi yang dimasuki delapan pendaki tersebut berada di dalam kawasan TNBTS, sehingga tindakan mereka termasuk menerobos kawasan yang saat ini masih ditutup untuk aktivitas pendakian.

Penegasan itu sekaligus memastikan jalur Candi Jawar yang digunakan rombongan tetap masuk dalam wilayah konservasi yang berada dalam pengawasan TNBTS.

"Ya, jelas di kawasan TNBTS," tegasnya.




(abq/hil)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork