4 Gempa Terekam di Gunung Kelud, Begini Kondisinya

Andhika Dwi - detikJatim
Selasa, 08 Sep 2026 14:30 WIB
Kawah Gunung Kelud/Foto: Istimewa
Kediri -

Aktivitas Gunung Kelud hingga saat ini masih terpantau normal. Dalam pemantauan selama 24 jam pada 7 September 2026, tercatat terjadi empat kali gempa tektonik jauh.

Pengamat Gunung Api Kelud, Aditya Gurasali mengatakan, gempa yang terekam tersebut merupakan gempa tektonik yang bersumber dari aktivitas lempeng bumi, bukan dari aktivitas Gunung Kelud.

"Gempa tektonik yang terekam instrumen PGA berasal dari aktivitas lempeng bumi. Meski sumbernya dapat berada cukup jauh dari Gunung Kelud, getarannya tetap dapat tercatat oleh peralatan pemantauan," kata Aditya kepada detikJatim, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, empat gempa tektonik jauh yang terekam dalam 24 jam tersebut memiliki amplitudo 1-32 milimeter, dengan S-P 19,8-33,15 detik dan durasi 55-180 detik.

Aditya menegaskan, terekamnya gempa tektonik jauh tersebut sejauh ini tidak memengaruhi aktivitas Gunung Kelud.

"Sejauh ini tidak mempengaruhi Kelud. Magnitudonya juga kecil," ujarnya.

Selain aktivitas kegempaan, kondisi visual Gunung Kelud juga terus dipantau. Berdasarkan pengamatan melalui kamera CCTV, gunung terlihat jelas dan tidak tampak asap kawah.

Sementara itu, Danau Kawah Kelud terlihat jelas dengan warna air hijau. Bualan air juga terlihat samar, sedangkan suhu air danau kawah tercatat 28,53 derajat Celsius.

Aditya menjelaskan, petugas PGA tidak hanya melihat aktivitas gempa untuk mengetahui kondisi Gunung Kelud. Sejumlah parameter lain juga menjadi perhatian, termasuk perubahan aktivitas yang terekam instrumen, kondisi kawah, serta suhu air Danau Kawah.

"Yang kami lihat itu peningkatan aktivitas instrumen, kemudian kondisi kawah dan suhu air danau. Semua parameter terus kami pantau," jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, Gunung Kelud masih berada pada Level I atau Normal.

Meski demikian, Aditya mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tetap mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati kawah Gunung Kelud dalam radius 1 kilometer.

"Masyarakat dan penambang juga diminta mewaspadai potensi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Kelud, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi," pungkasnya.



Simak Video "Jelajahi Ikon Monumen Simpang Lima Gumul di Kediri"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork