Kebakaran Gunung Buthak Belum Padam, Heli Water Bombing Dialihkan ke Ijen

Kebakaran Gunung Buthak Belum Padam, Heli Water Bombing Dialihkan ke Ijen

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Minggu, 06 Sep 2026 13:00 WIB
Tim Gabungan membuat sekat bakar untuk mencegah kebakaran semakin melebar
Tim Gabungan membuat sekat bakar untuk mencegah kebakaran semakin melebar. (Foto: Istimewa)
Malang -

Operasi pemadaman kebakaran hutan di Gunung Buthak, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang tidak lagi mendapat dukungan udara. Helikopter water bombing yang disiagakan untuk menyiram titik api dari udara dialihkan ke kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, lantaran pertimbangan kondisi darurat yang lebih prioritas oleh BPBD Jawa Timur pada Minggu (6/9/2026).

Sebelumnya, helikopter water bombing sempat diterjunkan dan melakukan penyiraman sebanyak delapan kali atau menyemburkan sekitar 8.000 liter air pada Sabtu (5/9) pagi hingga siang. Namun, operasi udara tersebut sempat dihentikan akibat embusan angin kencang di kawasan puncak Gunung Buthak.

Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko mengonfirmasi, alokasi ulang armada pengebom air dari udara tersebut. Pihaknya kini mengalihkan seluruh konsentrasi penanganan dengan memaksimalkan strategi sekat bakar di darat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Api tetap masih belum bisa dipadamkan dan ini water bombing diarahkan ke Banyuwangi. Sepertinya ke Gunung Ijen, karena di sana menurut pertimbangan BPBD Jatim lebih prioritas dan sangat lebih urgent. Nah, untuk hari ini yang bisa kita lakukan adalah pembuatan sekat bakar," kata Kelik saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (6/9/2026).

Guna membendung pergerakan api agar tidak kian meluas, ratusan personel gabungan diterjunkan ke area lereng dan jalur rawan. Ratusan petugas ini disebar ke sejumlah titik strategis untuk memutus jalur vegetasi kering.

ADVERTISEMENT

"Penanganan pembuatan sekat bakar ini melibatkan personel dari pihak Polres Batu, Kodim, BPBD Batu, BPBD Malang, relawan, masyarakat sekitar, hingga penyedia jasa Perhutani. Jumlah personel darat yang diterjunkan sejak pagi tadi sekitar ratusan orang," terang Kelik.

Kelik menambahkan, kobaran api hingga kini masih membara dan belum berhasil dikendalikan secara penuh. Berdasarkan laporan petugas di lapangan, hembusan angin kencang sejak Sabtu malam telah membuat pergerakan api meluas hingga menjangkau kawasan Gunung Kawi Najang.

"Kebakaran sendiri tadi malam itu informasi dari teman-teman sudah ke Gunung Kawi Najang, melebarnya ke arah barat dan selatan juga," jelasnya.

Peristiwa kebakaran ini merupakan kemunculan titik api susulan dari rentetan insiden pada awal pekan. Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Selasa (1/9) dan sempat menghanguskan lahan seluas 15 hektare sebelum berhasil dipadamkan sore harinya.

Namun, hembusan angin kencang memicu timbulnya titik api baru di lokasi semula petak 100 pada Jumat (4/9) sekira pukul 10.00 WIB.

Mengenai total luasan lahan yang terbakar akibat rembetan api terbaru ini, pihak Perhutani mengaku belum bisa memberikan estimasi atau pemetaan pasti. Kendala cuaca serta besarnya kobaran api menyulitkan proses asesmen di lapangan.

"Kami masih belum bisa mengasesmen secara pasti karena teman-teman masih fokus untuk penanganan sekat bakar. Upaya melakukan pengamatan dengan drone pun berisiko karena api membesar, sehingga pengamatan hanya bisa dilakukan dari ketinggian yang sangat tinggi dan kesulitan memetakan luasannya," ungkap Kelik.

Kondisi cuaca di lokasi kebakaran diprakirakan cukup cerah, namun berpotensi memicu timbulnya embusan angin kencang dengan arah yang berubah-ubah secara mendadak. Faktor cuaca fluktuatif ini menjadi tantangan utama jajaran tim darat dalam menyelesaikan pembuatan sekat bakar.

Sementara itu, untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi para wisatawan dan pendaki, seluruh jalur pendakian menuju Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong dipastikan tetap ditutup total hingga situasi benar-benar terkendali.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads