Pemprov Jatim melalui BPBD Jawa Timur telah memulai operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mematangkan awan hujan di wilayah-wilayah yang terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). OMC dilakukan sejak Sabtu lalu.
"Kami bersama Kementerian Kehutanan sudah melakukan OMC yang dimulai sejak hari Sabtu. Dan dari kegiatan tersebut, kita tahu di beberapa wilayah sudah mengalami hujan meskipun intensitasnya kecil," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto di Surabaya, Senin (7/9/2026).
Meski intensitas hujan masih rendah, Gatot menyebut OMC membantu dalam memadamkan karhutla salah satunya di kawasan Semeru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi dari hujan yang ada tersebut sudah bisa membantu dalam proses pembasahan di beberapa area-area yang dianggap rawan kebakaran. Seperti halnya di wilayah Lumajang, ini tercatat terjadi hujan ringan untuk data dari pos pengamatan hujan otomatis atau ARG di Pasrujambe Lumajang. Sedangkan dari data ARG Pronojiwo juga tercatat ada hujan sedang ini wilayah Lumajang," jelasnya.
"Untuk wilayah Banyuwangi, sesuai data ARG Licin Jambu dan ARG Kalibaru tercatat ada hujan ringan. Lalu di wilayah Malang, ARG Setyorojo dan ARG Dampit tercatat ada hujan ringan. Juga di wilayah Jember, untuk wilayah Jember, ARG Rekayasa Panti ini tercatat ada hujan ringan. Serta di Trenggalek, ARG Trenggalek mencatat ada terjadi hujan ringan juga. Lalu Pacitan, ini juga tercatat ada mengalami hujan ringan di wilayah-wilayah tersebut," tambahnya.
OMC, kata Gatot saat ini dibutuhkan untuk memadamkan karhutla dan mencegah kekeringan bagi komoditas pertanian.
"Artinya OMC yang dilakukan ini sangat bermanfaat dan juga bisa membantu proses-proses pemadaman serta untuk sektor pertanian mencegah kekeringan atau gagal panen," tandasnya.
