Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau memicu gangguan aktivitas penerbangan nasional. Tak luput, penerbangan rute Jakarta-Banyuwangi pulang-pergi (CGK-BWX-CGK) resmi dibatalkan imbas penutupan sementara (Aerodrome Closed) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Banyuwangi Mohamad Holik Muardi mengatakan meski penerbangan dari dan menuju Jakarta terdampak, operasional umum di Bandara Banyuwangi sejauh ini masih berjalan normal.
"Saat ini kondisi operasional di Bandara Banyuwangi berjalan normal, namun untuk penerbangan dengan rute CGK-BWX-CGK dibatalkan," ujar Holik Muardi dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hak-hak calon penumpang yang terdampak pembatalan itu, manajemen bandara memastikan pihak maskapai telah menyediakan skema kompensasi. Seluruh penumpang keberangkatan Banyuwangi-Jakarta pada hari ini berhak mengajukan pengembalian dana penuh (full refund) maupun penjadwalan ulang tanpa biaya (free reschedule).
Angkasa Pura Indonesia juga mengimbau seluruh pengguna jasa penerbangan untuk terus memantau status jadwal secara berkala melalui kanal resmi maskapai atau Contact Center Angkasa Pura Indonesia di nomor 172.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda mencatatkan peningkatan aktivitas vulkanik signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Lontaran kolom abu vulkanik tinggi yang terbawa angin ke arah barat dan barat laut membahayakan jalur penerbangan (flight path), hingga memicu kebijakan Aerodrome Closed di Bandara Soekarno-Hatta.
Masyarakat dan calon penumpang diimbau tetap tenang serta selalu memverifikasi informasi jadwal penerbangan sebelum menuju ke bandara.
