Bandara Internasional Juanda beroperasi selama 24 jam pada 6-7 September 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung kelancaran rotasi dan konektivitas penerbangan di tengah gangguan operasional sejumlah bandara akibat dampak abu vulkanik.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir mengatakan pengoperasian selama 24 jam itu sesuai dengan NOTAMN A3353/26.
"Bandara Internasional Juanda beroperasi 24 jam mulai dari 6 sampai 7 September 2026. Juanda menjadi salah satu bandara alternatif yang digunakan untuk mendukung kelancaran rotasi dan konektivitas pesawat," kata Tohir dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tohir, sejumlah bandara mengalami gangguan operasional akibat terdampak abu vulkanik dari aktivitas Gunung Krakatau. Empat bandara yang terdampak yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Radin Inten II Lampung.
Kondisi tersebut berdampak terhadap rotasi penerbangan dan konektivitas antarpenerbangan. Juanda kemudian menjadi salah satu bandara alternatif untuk membantu mendukung kelancaran operasional penerbangan.
Meski demikian, Tohir memastikan penerbangan dari Bandara Juanda menuju sejumlah bandara lainnya masih beroperasi.
"Penerbangan dari Bandara Juanda ke beberapa bandara lain masih beroperasi dengan normal," ujarnya.
Tohir mengimbau para penumpang yang terdampak penyesuaian penerbangan untuk segera berkomunikasi dengan maskapai masing-masing.
"Kami mengimbau penumpang agar langsung menghubungi maskapai untuk melakukan penyesuaian penerbangan," pungkasnya.
