Semeru Erupsi 4-5 Kali per Jam, Status Masih Siaga

Semeru Erupsi 4-5 Kali per Jam, Status Masih Siaga

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 06 Sep 2026 19:10 WIB
Gunung Semeru erupsi
Gunung Semeru erupsi (Foto: Dokumen PVMBG)
Surabaya -

Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi pagi ini pukul 07.51 WIB. Kolom abu letusan teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, erupsi terjadi hingga 4 sampai 5 kali setiap jamnya. Namun, erupsi ini masih tergolong sangat kecil.

"Untuk aktivitas Gunung Semeru masih didominasi erupsi/letusan kecil seperti biasa, di mana saat ini per jam terjadi 4 sampai 5 kali letusan atau erupsi," tulis keterangan PPGA Semeru yang diterima detikJatim, Minggu (6/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kolom abu letusan diketahui mencapai 1.000 Meter. Untuk status Gunung Semeru saat ini masih masuk level III atau siaga.

"Kolom abu teramati setiap erupsi dengan tinggi sampai dengan 1.000 Meter," tambah keterangan PPGA Semeru.

ADVERTISEMENT

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, erupsi Semeru masih dalam kategori aman. Ia tetap mengimbau warga sekitar waspada.

"Masih dalam kondisi aman," kata Gatot.

Gatot menyebut erupsi di Semeru pagi hingga siang tadi tidak mengganggu aktivitas warga sekitar. Namun, warga diminta menjauhi sejumlah titik di kawasan Semeru.

"Masih tidak mengganggu aktivitas warga sekitar, namun ada batasan jarak yang harus diwaspadai," tambahnya.

Saat ini, kata Gatot, Gunung Semeru berada pada Status level III atau siaga. Warga diminta tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Lalu warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Selain itu warga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads