Sumur Kering 3 Bulan, Warga Blitar Berburu Air Bersih Bawa Jerigen-Galon

Sumur Kering 3 Bulan, Warga Blitar Berburu Air Bersih Bawa Jerigen-Galon

Fima Purwanti - detikJatim
Sabtu, 05 Sep 2026 23:30 WIB
Warga Blitar membawa air bersih saat dropping air dari pemerintah
Warga Blitar membawa air bersih saat dropping air dari pemerintah. (Foto: Fima Purwanti/detikJatim)
Blitar -

Sejumlah warga Dusun Tumpaksuruh Desa Margomulyo Kabupaten Blitar rela menunggu dropping air yang disediakan pemerintah. Itu dilakukan karena warga kesulitan mendapatkan air bersih dampak kemarau panjang yang menyebabkan sumur kering.

Warga membawa galon bekas hingga jerigen sebagai wadah air bersih. Warga antre secara tertib tanpa berebut air bersih. Air bersih itu digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi hingga cuci baju.

Salah seorang warga, Tri Nanik (48), mengaku ikut mengantre untuk mendapatkan air bersih. Warga mengantri sejak pukul 13.00 WIB. Sejumlah jerigen dan galon bekas juga sudah disiapkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk air bersih ini biasanya memang 2 hari sekali datangnya. Sudah sejak dua minggu yang lalu kami minta bantuan air bersih. Ini tapi hanya satu lingkungan sekitar sini," katanya saat ditemui detikJatim, Sabtu (5/9/2026).

ADVERTISEMENT

Nanik menyebut sumur warga mengering sejak tiga bulan yang lalu. Namun, warga setempat baru meminta bantuan pada beberapa minggu terakhir. Katanya, air bersih itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Ya ini airnya untuk kebutuhan sehari-hari, ya mandi ya nyuci dan sebagainya. Cukup ndak cukup ya harus dihemat," terangnya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi menjelaskan ada sekitar 17 ribu liter air bersih yang disalurkan kepada warga Dusun Tumpaksuruh hari ini. Rinciannya 2 tangki masing-masing berisi sekitar 6 ribu liter, dan 1 tangki berisi 5 ribu liter.

"Untuk sore ini dropping air dari Bu Gubernur totalnya sekitar 17 ribu liter. Ini untuk mencukupi 40 KK dengan 162 jiwa. Dropping ini kami lakukan 2 hari sekali," jelasnya.

Wahyudi menyebut ada 6 Desa di empat Kecamatan yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. Di antaranya yakni di Kecamatan Wates, Kecamatan Panggungrejo, Kecamatan Kademangan dan Kecamatan Wonotirto.

"Sampai dengan hari ini ada 6 desa. Yang terbaru dan akan dilakukan verifikasi di Kecamatan Wonotirto, yaitu di Desa Ngadipuro," tandasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads