Tak Ada Jalur Istimewa dalam Seleksi 6 Kepala OPD Ponorogo

Tak Ada Jalur Istimewa dalam Seleksi 6 Kepala OPD Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikJatim
Sabtu, 05 Sep 2026 16:00 WIB
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita. Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim/file
Ponorogo -

Seleksi terbuka untuk mengisi enam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Ponorogo berlangsung dengan prinsip persaingan yang setara. Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan tidak ada peserta yang mendapat perlakuan khusus berdasarkan latar belakang pendidikan maupun karier.

Menurut Lisdyarita atau Bunda Rita, seluruh peserta memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Kandidat terbaik nantinya akan ditentukan berdasarkan kapasitas, kemampuan, serta gagasan yang disampaikan selama tahapan seleksi.

"Ini tidak boleh membeda-bedakan. Kalau memang dia bagus, ya sudah, harus diangkat," ujar Bunda Rita, Sabtu (5/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, presentasi yang berlangsung pada 2-4 September 2026 menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur kesiapan para kandidat. Dalam sesi tersebut, peserta diminta menunjukkan pemahaman terhadap persoalan di instansi yang dituju.

Tidak hanya itu, para calon kepala OPD juga ditantang memaparkan langkah serta gagasan yang dapat diterapkan jika nantinya dipercaya menduduki jabatan tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam proses seleksi ini, Pemkab Ponorogo turut melibatkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi negeri. Bunda Rita berharap keterlibatan tim akademisi dapat memberikan penilaian yang lebih independen terhadap kemampuan masing-masing peserta.

"Kalau dari universitas-universitas ini pasti pertanyaannya lebih banyak, lebih tajam, lebih kena langsung, to the point ke posisi mereka mau mengambil dinas apa," jelasnya.

Bunda Rita menilai Pemkab Ponorogo membutuhkan figur pejabat yang memiliki kapasitas dan mampu bekerja sesuai tuntutan organisasi. Karena itu, kemampuan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam seleksi, bukan semata-mata latar belakang pendidikan maupun perjalanan karier peserta.

Ia juga menanggapi harapan sejumlah pihak terkait pergeseran posisi pejabat. Menurutnya, mutasi tidak perlu dilakukan apabila pejabat yang saat ini menduduki posisi tersebut masih mampu menunjukkan kinerja yang baik.

"Kadang teman-teman inginnya, Bunda geser, Bunda geser. Tapi kenyataannya dia masih mampu di situ. Kenapa kita harus menggeser orang yang sudah bagus," pungkasnya.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads