- Prestasi Reog Punya Nilai Tambah untuk Masa Depan Pelajar
- Mengapa Prestasi Reog Semakin Diperhitungkan?
- Kerja Sama UB dan Pemkab Ponorogo
- Siapa Saja yang Berpeluang Mendapat Rekomendasi ke Universitas Brawijaya?
- Komitmen Universitas Brawijaya terhadap Reog Sudah Berjalan Lama
- Reog Brawijaya Turut Mengenalkan Budaya Ponorogo ke Dunia Internasional
Bagi sebagian pelajar, kesenian Reog Ponorogo mungkin selama ini dianggap sebatas kegiatan ekstrakurikuler atau pelestarian budaya daerah. Namun kini, prestasi di bidang Reog ternyata juga bisa membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pemkab Ponorogo dan Universitas Brawijaya (UB) menyebut pelajar yang memiliki prestasi dan konsistensi dalam melestarikan Reog Ponorogo berpeluang mendapatkan rekomendasi untuk mendaftar melalui jalur prestasi. Lalu, seperti apa mekanismenya dan mengapa prestasi Reog kini semakin diperhitungkan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prestasi Reog Punya Nilai Tambah untuk Masa Depan Pelajar
Dilansir dari laman resmi Pemkab Ponorogo, peluang tersebut disampaikan saat Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengunjungi karantina Grup Reog Manggolo Wiyata dari SMA Negeri 3 Ponorogo, yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI.
Dalam kesempatan itu, Lisdyarita menegaskan kemampuan dan dedikasi di bidang seni budaya tidak hanya penting untuk menjaga warisan daerah, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, prestasi di bidang kesenian dapat menjadi nilai tambah bagi pelajar yang ingin mendaftar ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
"Masuk ke perguruan tinggi negeri itu tidak gampang, apalagi ke Universitas Brawijaya. Kalau kalian punya prestasi, Bunda nanti akan tanda tangan untuk rekomendasinya," kata Lisdyarita.
Mengapa Prestasi Reog Semakin Diperhitungkan?
Nilai Reog Ponorogo terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor yang mendorong hal tersebut adalah pengakuan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Selain itu, Festival Nasional Reog Ponorogo juga terus mendapatkan perhatian nasional. Bahkan, dalam lima tahun terakhir, festival tersebut secara konsisten masuk dalam daftar Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN).
Perkembangan ini membuat aktivitas pelestarian Reog tidak lagi dipandang hanya sebagai kegiatan seni semata, tetapi sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya Indonesia yang memiliki nilai strategis.
Karena itu, pengalaman, prestasi, dan kontribusi pelajar dalam dunia Reog kini dinilai memiliki nilai lebih yang dapat mendukung rekam jejak akademik maupun non-akademik mereka.
Kerja Sama UB dan Pemkab Ponorogo
Peluang bagi pelajar berprestasi di bidang Reog untuk mendapatkan rekomendasi ke Universitas Brawijaya tidak muncul secara mendadak. Universitas Brawijaya dan Pemkab Ponorogo telah menjalin kerja sama dalam berbagai bidang selama bertahun-tahun.
Kesepakatan terbaru kedua pihak diperbarui melalui nota kesepahaman (MoU) pada 9 Mei 2022 dan berlaku hingga 2027, sebagaimana dilansir dari laman resmi Universitas Brawijaya.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan pendidikan, potensi daerah, pertanian, pariwisata, hingga pelestarian budaya lokal. Salah satu poin yang mendapat perhatian adalah pengembangan talenta muda Reog Ponorogo, termasuk peluang jalur prestasi bagi siswa yang aktif dan berprestasi dalam bidang tersebut.
Karena itu, rekomendasi bagi pelajar berprestasi di bidang Reog merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk menjaga keberlanjutan budaya Ponorogo melalui jalur pendidikan.
Siapa Saja yang Berpeluang Mendapat Rekomendasi ke Universitas Brawijaya?
Pembina Unit Aktivitas Karawitan dan Tari Universitas Brawijaya Denny Widhiyanuriyawan menjelaskan kesempatan tersebut terbuka bagi pelajar yang menunjukkan konsistensi dan prestasi dalam bidang Reog Ponorogo.
Menurutnya, Universitas Brawijaya tetap membutuhkan talenta-talenta muda yang memiliki kemampuan serta komitmen dalam melestarikan kesenian daerah.
"Siapapun yang memiliki konsistensi dan prestasi bisa diberi rekomendasi untuk mendaftar di Universitas Brawijaya," ujar Denny.
Namun, perlu dipahami bahwa rekomendasi bukan berarti jaminan diterima secara otomatis. Pelajar tetap harus mengikuti mekanisme dan ketentuan seleksi yang berlaku di perguruan tinggi.
Komitmen Universitas Brawijaya terhadap Reog Sudah Berjalan Lama
Keseriusan Universitas Brawijaya dalam mendukung pelestarian Reog Ponorogo sebenarnya sudah terlihat jauh sebelum wacana rekomendasi bagi pelajar muncul.
Melalui kelompok seni Reyog Brawijaya yang berdiri sejak 2011, universitas ini aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pelestarian dan pengembangan Reog Ponorogo.
Prestasi Reyog Brawijaya di Festival Nasional Reog Ponorogo juga cukup panjang. Setelah pertama kali mengikuti kompetisi pada 2013, kelompok ini terus berkembang hingga berhasil meraih posisi runner-up pada 2015 dan 2016.
Puncaknya, Reyog Brawijaya berhasil menjadi juara umum Festival Nasional Reog Ponorogo pada 2017, dan mempertahankan gelar tersebut hingga 2019, sehingga berhak membawa pulang Piala Presiden Republik Indonesia. Mereka juga kembali merebut gelar juara umum pada Festival Nasional Reog Ponorogo 2024.
Reog Brawijaya Turut Mengenalkan Budaya Ponorogo ke Dunia Internasional
Eksistensi Reyog Brawijaya juga tidak berhenti di tingkat nasional. Kelompok seni ini pernah tampil sebagai duta budaya Indonesia di Antananarivo, Madagaskar pada 2019.
Selain itu, mereka juga mendapat undangan tampil di Thailand pada 2023. Tidak hanya membawakan pertunjukan, Reyog Brawijaya juga menggelar workshop tari dan musik Reog sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia di luar negeri.
