Buntut Panjang 748 Santri-Siswa Keracunan MBG di Sidoarjo

Round Up

Buntut Panjang 748 Santri-Siswa Keracunan MBG di Sidoarjo

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Sabtu, 05 Sep 2026 10:40 WIB
Bertambah Lagi Santri Manbaul Hikam Sidoarjo yang Keracunan MBG
Bertambah Lagi Santri Manbaul Hikam Sidoarjo yang Keracunan MBG (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Korban dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo terus bertambah. Data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 748 orang terdampak hingga Jumat (4/9/2026) pagi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 728 pasien telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Sementara 20 pasien masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan.

"Sebanyak 728 pasien telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. 20 pasien masih menjalani rawat inap atau MRS," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus tersebut terjadi setelah ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar di sejumlah sekolah di Kecamatan Tanggulangin mengonsumsi makanan program MBG yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.

Para korban mengalami sejumlah gejala, di antaranya mual, muntah, dan pusing. Mereka kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Sidoarjo.

ADVERTISEMENT

Berawal dari Konsumsi MBG

Peristiwa keracunan terjadi pada Selasa (1/9) siang. Saat itu, para penerima manfaat mengonsumsi menu MBG yang disediakan SPPG Kalitengah.

Menu yang dibagikan terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, sayur buncis baby corn, dan buah apel.

SPPG Kalitengah diketahui menyuplai makanan MBG untuk 19 lembaga pendidikan. Setelah muncul kasus keracunan, operasional SPPG tersebut kemudian dihentikan sementara atau disuspend.

Dinkes Sidoarjo juga mengambil sejumlah sampel untuk mengetahui penyebab kejadian. Sampel yang diperiksa meliputi bahan makanan yang disajikan dalam menu MBG serta muntahan pasien.

Sampel tersebut selanjutnya diuji di laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan.

BGN Copot Kepala SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan terhadap SPPG Kalitengah setelah kasus keracunan terjadi. Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, dicopot dari jabatannya dan operasional dapur dihentikan sementara.

Wakil Kepala BGN Trenggono menyampaikan hal tersebut saat menjenguk korban yang masih menjalani perawatan di RSUD Notopuro, Sidoarjo, Jumat (4/9), bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.

"Sudah, begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan, kepala dapurnya dicopot," kata Trenggono.

Dalam kesempatan tersebut, Trenggono menyebut BGN terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG. Evaluasi mencakup tata kelola hingga kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

"Tadi kan sudah disampaikan bahwa kita terus memperbaiki tata kelola. Kita terus memperbaiki, mengevaluasi apa kekurangannya. Tetapi secara SOP dan sebagainya sudah sesuai ya, yang keracunan rata-rata ketidakpatuhan terhadap SOP itu yang perlu digaris bawahi ya," tuturnya.

Trenggono juga mengatakan dirinya akan meninjau langsung dapur SPPG yang terdampak kasus tersebut.

"Nanti setelah salat Jumat saya akan ke dapur yang terdampak ini. Kalau tadi kan salah satu dapur contoh yang bisa dilihat tadi memang sudah secara umum sudah cukup baik. Hanya ada beberapa koreksi atau evaluasi yang nanti akan dipenuhi oleh mitra," pungkasnya.

BGN Minta Maaf

BGN juga menyampaikan permohonan maaf atas kasus keracunan yang berdampak terhadap ratusan santri dan pelajar di Sidoarjo.

Trenggono mengatakan, pemerintah pusat meminta maaf kepada para korban dan pihak Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Berdasarkan evaluasi sementara, kasus tersebut diduga berkaitan dengan kelalaian serta ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan SOP.

"Atas nama pemerintah pusat, kami menyampaikan permohonan maaf kepada Pondok Pesantren Mambaul Hikam dan seluruh korban atas kejadian ini," kata Trenggono di Ponpes Manba'ul Hikam, Jumat ((4/9/2026).

Dalam penyampaian data sebelumnya, tim pusat mencatat sebanyak 740 orang terdampak. Sebanyak 718 orang disebut telah pulih, sedangkan 22 orang masih menjalani perawatan di sembilan rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

"Data terakhir yang kami terima ada 740 orang terdampak. Sebanyak 718 orang sudah pulih dan membaik. Masih ada 22 orang yang dirawat di sembilan rumah sakit atau fasilitas kesehatan," jelasnya.

Data tersebut kemudian diperbarui oleh Dinkes Kabupaten Sidoarjo menjadi 748 pasien hingga Jumat pagi.

Trenggono memastikan korban yang masih menjalani perawatan berada dalam kondisi baik dan mendapatkan penanganan medis. Dia juga membantah informasi yang menyebut jumlah korban mencapai ribuan orang.

SPPG Bisa Beroperasi Lagi

BGN menegaskan penghentian operasional SPPG Kalitengah belum merupakan penutupan permanen. Dapur tersebut masih memiliki kesempatan untuk kembali beroperasi apabila seluruh hasil evaluasi menunjukkan persyaratan dan SOP telah dipenuhi.

Namun, apabila ditemukan pelanggaran berat atau adanya kesengajaan dalam mengabaikan SOP, BGN membuka kemungkinan memberikan sanksi lebih berat, termasuk penghentian operasional secara permanen.

"Kalau memang terbukti mampu memenuhi SOP, tentu bisa dibuka kembali. Tetapi kalau sengaja melanggar, bisa saja disuspend permanen," Pungkasnya.

Menurut BGN, SOP pelaksanaan MBG sebenarnya telah mengatur tahapan penyediaan makanan secara ketat, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan hingga distribusi kepada penerima manfaat.

Persoalan dalam kasus Sidoarjo disebut bukan karena tidak adanya SOP, melainkan adanya ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut di lapangan.

"SOP-nya sudah ada dan ketat. Masalahnya adalah ada ketidakpatuhan di lapangan. Ini yang menjadi perhatian kita," katanya.

BGN menyebut pengawasan oleh jajaran eselon II di tingkat provinsi juga telah dilakukan. Meski demikian, mekanisme pengawasan akan diperkuat agar ketentuan yang telah ditetapkan benar-benar diterapkan seluruh SPPG.

Selain evaluasi internal, penyebab dugaan keracunan masih dalam pemeriksaan. Dinkes Sidoarjo telah mengirimkan sampel bahan makanan dan muntahan pasien untuk diuji di laboratorium.

BGN juga menyatakan investigasi dilakukan untuk mengetahui akar persoalan, termasuk memastikan ada atau tidaknya unsur lain dalam kasus tersebut.

Hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan. Proses hukum masih terbuka apabila hasil penyelidikan nantinya menemukan unsur pelanggaran hukum.

"Belum ada tersangka. Sekarang fokus kita adalah bagaimana seluruh korban pulih. Investigasi tetap berjalan," tegasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Ratusan Siswa-Guru di Tulung Klaten Diduga Keracunan MBG Sop Galantin"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads