Kasus keracunan menimpa ratusan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah di Jawa Timur. Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Gratis (GAPEMBI) Jatim akan melakukan evaluasi terhadap menu makanan yang dinilai memiliki risiko tinggi cepat basi.
Ketua DPW GAPEMBI Jawa Timur Makhrus Sholeh mengatakan evaluasi dilakukan dengan berkoordinasi dengan para ahli gizi dari mitra MBG.
Sejumlah menu yang dinilai rentan mengalami kerusakan akan diajukan untuk dievaluasi lebih lanjut sambil menunggu petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, kami kemarin mitra berkoordinasi bagaimana menu-menu yang rawan mengakibatkan keracunan, ini dievaluasi," kata Makhrus saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).
Menurut Makhrus, menu yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap pembusukan akan dipertimbangkan untuk ditiadakan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisasi potensi terjadinya kasus keracunan dalam distribusi MBG.
"Ditiadakan gitu. Sehingga sangat meminimalisasi kejadian yang sudah ada ini. Beberapa kejadian gara-gara ya itu tadi, menu-menu yang rawan, bahasa Jawanya rawan mambu (basi)," tegasnya.
Salah satu menu yang menjadi perhatian adalah olahan telur, termasuk telur orak-arik.
Selain itu, kualitas ikan dan bahan pangan berprotein lainnya juga harus menjadi perhatian sejak bahan diterima oleh dapur MBG.
"Contohnya kayak kemarin kayak orak-arik, telur orak-arik. Terus ikan yang tidak fresh. Ikan yang tidak dijaga mulai datang, itu harus benar-benar fresh," beber Makhrus.
Makhrus menekankan bahwa bahan pangan, khususnya protein, harus langsung ditangani dengan benar sejak tiba di dapur.
Penyimpanan pada suhu yang sesuai menjadi salah satu cara untuk menjaga kualitas bahan sekaligus menekan pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan makanan cepat rusak.
"Ikan dan protein-protein yang lain ini benar-benar dijaga, dimasukkan pada freezer, sehingga akan terjaga dari bakteri yang bikin cepat busuk itu," katanya.
Makhrus mengaku, jika persiapan penyelenggaraan MBG dimulai pada pukul 23.00 WIB sampai dengan pukul 01.00 WIB.
Tim mulai bekerja memasak hingga menyiapkan menu MBG sampai dengan pukul 05.00 WIB. "Kemudian dipacking dan mempersiapkan untuk dikirim ke sekolah penerima manfaat," ucapnya.
GAPEMBI Jatim selanjutnya akan berkoordinasi dengan para ahli gizi untuk menginventarisasi menu yang dinilai rentan basi dan mengusulkannya untuk dievaluasi bersama BGN.
Makhrus menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen mitra untuk memperbaiki pelaksanaan MBG setelah munculnya sejumlah kasus keracunan di Jawa Timur.
"Kita berkomitmen untuk itu. Kita paling sedih kalau sampai ada keracunan itu. Karena visi Presiden Prabowo adalah gimana keselamatan anak-anak ini nomor satu," pungkas Makhrus.
