Update Korban Keracunan MBG di Jombang Capai 256 Siswa dan Guru

Update Korban Keracunan MBG di Jombang Capai 256 Siswa dan Guru

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 03 Sep 2026 18:50 WIB
Penanganan medis puluhan siswa dan guru SMPN Kabuh, Jombang setelah mengalami gejala keracunan
Penanganan medis puluhan siswa dan guru SMPN Kabuh, Jombang setelah mengalami gejala keracunan (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada menyebut total korban keracunan MBG mencapai 256 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh. Dari jumlah itu, saat ini tinggal 7 siswa yang masih diopname di puskesmas.

dr Hexawan merinci, hari ini 81 siswa dibawa berobat ke 3 fasilitas kesehatan. Yaitu 70 siswa dibawa ke Puskesmas Kabuh, 7 siswa di Klinik Pratama Ploso dan 8 siswa di Klinik Asy Syifa Ploso. Dari jumlah itu, 7 siswa saat ini rawat inap di Puskesmas Kabuh.

Sedangkan 175 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh menjalani pengobatan secara mandiri sejak kemarin. Sehingga gejala keracunan yang mereka alami sudah reda, serta pagi tadi bisa kembali masuk sekolah seperti biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, totalnya 256 orang. Karena gini, makanannya itu kemarin, mulai kejadiannya dari kemarin. Jadi orang dipikir diare biasa, ternyata dihitung banyak. 256 ini kan masih bergerak terus, apakah ada yang masuk lagi ke Puskesmas atau tidak," terangnya kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

ADVERTISEMENT

Ratusan siswa dan guru tersebut mengalami gejala keracunan, seperti sakit perut, mual, muntah, pusing dan diare. dr Hexawan menyebutnya sebagai gejala intoleransi makanan. Keluhan tersebut dirasakan para korban rata-rata kemarin sore sampai malam.

Sebab mereka menyantap MBG dari SPPG Mangunan, Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta kemarin siang sekitar pukul 11.30 WIB. Menu MBG tersebut terdiri dari nasi putih, udang saus padang, tahu susu, tumis wortel, sawi putih dan brokoli, serta buah pepaya.

"Kejadiannya itu kan makanannya kan siang, jam 11.30 WIB. Baru muncul gejala itu setelah jam 05.00 sore. Di rumahnya itu baru ada yang diare, ada yang mual-mual, munek-munek," jelasnya.

Setiap harinya, SPPG Mangunan menyediakan 2.899 porsi MBG untuk 19 sekolah penerima manfaat. Salah satunya untuk 639 siswa, serta 47 guru dan pegawai SMPN 1 Kabuh. Artinya, tidak semua siswa dan guru yang memakan MBG tersebut mengalami keracunan.

Sebelumnya, sebanyak 85 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh, Jombang keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Dari jumlah itu, kini 7 siswa harus menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan setempat.

Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono menjelaskan total 81 siswa dan 4 guru yang mengalami keracunan. Dari jumlah itu, sebanyak tujuh siswa kini masih menjalani rawat inap.

"Semua sudah ditangani, diberi obat, sudah kembali lagi ke sekolah. Sementara yang di Puskesmas Kabuh itu ada 7 anak yang rawat inap," kata Suprihadiono kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

Akibat keracunan itu, para korban harus dilarikan ke layananan kesehatan. Rinciannya 70 siswa dibawa ke Puskesmas Kabuh, 7 siswa di Klinik Pratama Ploso dan 8 siswa di Klinik Asy Syifa Ploso.

"Guru yang sakit perut ada empat, endak sampai (dibawa berobat ke fasilitas kesehatan) karena sudah minum obat di rumah," terang Suprihadiono.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads