Terungkap, SPPG Mojokerto yang Meledak Tewaskan 2 Teknisi Dipicu Rokok

Terungkap, SPPG Mojokerto yang Meledak Tewaskan 2 Teknisi Dipicu Rokok

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 03 Sep 2026 18:30 WIB
Lokasi SPPG Mojokerto Puri Medali yang meledak
Lokasi SPPG Mojokerto Puri Medali yang meledak. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali menelan 2 korban jiwa teknisi suplier gas elpiji. Pengacara dapur MBG tersebut, Moch Gati mengungkap pemicu ledakan gas elpiji tersebut.

Gati menjelaskan, Kamis menjadi rutinitas pihak ketiga, PT Energi Alam Utama untuk mengisi gas elpiji di SPPG Mojokerto Puri Medali. Pada H-1 kejadian, Rabu (12/8), teknisi perusahaan tersebut melakukan perbaikan instalasi gas. Sedangkan ketika terjadi ledakan, Kamis (13/8), tidak diketahui persis apakah 3 teknisi melakukan perbaikan atau mengisi gas elpiji.

"Rabu itu ada permintaan terjadi kerusakan sedikitlah, tapi hari Rabu sudah dibetulkan. Hari Kamisnya sudah biasalah rutinitas ngisi gas. Akan tetapi saat kejadian harus saya sampaikan bahwa tidak ada konfirmasi kalau tim dari PT ini melakukan perbaikan ulang atau konteksnya seperti apa tanpa izin. Karena Kepala SPPG tidak mengetahui makanya tidak berada di tempat," jelasnya kepada detikJatim, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan kesaksian para pegawai SPPG Mojokerto Puri Medali, saat terjadi ledakan, terdapat 3 teknisi PT Energi Alam Utama melakukan perbaikan instalasi gas. Yaitu Piter Fernando (36), asal Porong, Sidoarjo, Kwin Lan (48), warga Dusun Clangap, Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto, serta Edi Suyanto (55), pemilik perusahaan asal Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto.

Posisi para teknisi di depan ruang pemorsian. Sebab di situlah tempat persediaan gas elpiji untuk dapur MBG ini. Sedangkan satpam SPPG sempat mendengar suara seperti gas bocor. Malam itu, total 13 orang di dalam SPPG. Yaitu 8 relawan perempuan, 1 office boy (OB), 1 satpam, serta menjelani PT Energi Alam Utama.

ADVERTISEMENT

Menurut Gati, di tengah 3 teknisi melakukan aktivitas di dalam SPPG Mojokerto Puri Medali sekitar pukul 21.00 WIB, salah seorang di antaranya menyulut rokok. Seketika ledakan terjadi. Penjelasannya ini juga didukung rekaman CCTV di lokasi.

"Kalau CCTV yang kami serahkan ke penyidik, ada orang memakai topi warna oranye, saya enggak tahu itu siapa, dia bawa rokok, nyulut rokok, cetek, setelah itu gelap. Gelap berarti meledak gitu. Posisi yang nyulut rokok di dalam area, padahal secara SOP ada tulisan dilarang merokok," ungkapnya.

Meski begitu, lanjut Gati, pihaknya tidak membawa kasus ledakan ini ke ranah hukum. Pemilik SPPG saat ini memilih fokus melakukan renovasi agar kembali bisa beroperasi melayani sekitar 3.700 penerima manfaat.

"Tim kami sepakat tidak ada tuntutan. akhirnya satu hari setelah dibuka (garis polisi), kami mengirimkan surat pernyataan tidak melakukan tuntutan hukum," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata menuturkan, ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali pada tahap penyelidikan. Namun, sejauh ini pihaknya belum menemukan indikasi pidana.

"Sampai saat ini masih belum menemukan ada dugaan tindak pidana," tandasnya, Kamis (20/8).

Ledakan hebat terjadi di SPPG Mojokerto Puri Medali pada Kamis (13/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Kerasnya ledakan mengakibatkan atap 4 ruangan ambruk. Yaitu atap ruangan pemorsian, ruangan omprengan, kantor, serta ruang rapat.

Tidak hanya itu, ledakan juga disusul kebakaran besar di SPPG Mojokerto Puri Medali. Api membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan. Sedikitnya 2 truk PMK dikerahkan ke lokasi. Sehingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.

Akibat ledakan ini, 3 teknisi gas dari PT Energi Alam Utama menderita luka bakar serius. Edi luka bakar 90%, Piter sekitar 63% dan Kwin Lan sekitar 45%. Ditambah 2 relawan SPPG yang kepalanya terluka karena tertimpa plafon yang runtuh.

Edi menghembuskan napas terakhir di RSUD dr Soetomo, Surabaya pada 20 Agustus 2026. Kemudian disusul Piter yang juga meninggal saat dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung pada 22 Agustus 2026. Sehingga ledakan ini merenggut 2 korban jiwa.

SPPG Mojokerto Puri Medali Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group terletak di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Mojokerto. SPPG milik BPL, warga Desa Karangkedawang, Sooko, Mojokerto ini menyediakan 3.700 porsi MBG per hari. Pasca ledakan, penyediaan MBG dilimpahkan ke SPPG di sekitarnya.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads