Pemkab Lamongan memastikan penyaluran bantuan pangan berupa beras periode Juli-September 2026 tepat sasaran dan merata. Total ada 179.868 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan tersebut.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. Hal itu disampaikannya saat memantau penyaluran bantuan pangan di Desa Sidokumpul dan Desa Made, Kecamatan Lamongan.
"Kita ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran, diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dan penyalurannya merata," kata Yuhronur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kegiatan itu, Yuhronur menyerahkan bantuan secara simbolis kepada KPM di Balai Desa Sidokumpul dan Balai Desa Made. Sebanyak 250 KPM menerima bantuan di Desa Sidokumpul, sedangkan di Desa Made terdapat 427 KPM penerima.
Di lokasi berbeda, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menyalurkan bantuan pangan di Desa Mantup kepada 784 KPM. Dirham bahkan mengantarkan langsung bantuan beras ke rumah sejumlah warga yang tidak dapat datang ke balai desa.
Warga yang mendapat layanan tersebut antara lain penyandang disabilitas yang tidak bisa melihat maupun warga yang tidak bisa berjalan.
Setiap KPM mendapatkan 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Dengan demikian, penyaluran di tiga desa tersebut mencapai 1.461 KPM dengan total 43.830 kilogram atau 43,83 ton beras.
Secara keseluruhan, bantuan pangan periode tiga bulan di Kabupaten Lamongan mencapai 5.390.580 kilogram atau sekitar 5.390,58 ton beras untuk 179.868 KPM.
Dirham mengatakan bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga mendukung ketahanan pangan daerah. Penyaluran bantuan juga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga beras sekaligus mengendalikan inflasi.
"Bantuan ini mudah-mudahan dapat meringankan kebutuhan masyarakat. Tujuan disalurkannya bantuan hari ini adalah untuk mengentas kemiskinan, menjaga stabilitas harga pangan, dan memastikan ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan terjaga," ujar Dirham.
Selain penyaluran bansos, Pemkab Lamongan juga mengajak masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi dan mengelola makanan. Sosialisasi mengenai food loss dan food waste turut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan lingkungan.
Masyarakat diimbau mengambil makanan secukupnya, mengolah bahan pangan secara bijak, serta memanfaatkan makanan agar tidak terbuang menjadi limbah. Pemkab Lamongan menilai pengurangan pemborosan pangan menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengurangi dampak limbah makanan terhadap lingkungan.
