Sebanyak 65 desa dari 11 Kecamatan di Kabupaten Gresik diprediksi terancam mengalami kekeringan. Untuk meminimalisir krisis air saat memasuki puncak musim kemarau, BPBD Gresik terus menggencarkan distribusi air bersih di sejumlah titik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik Driatmiko Herlambang mengatakan, dari 65 desa tersebut, terdapat sekitar 135.619 jiwa. BPBD Gresik terus memasifkan distribusi air ke sejumlah wilayah.
"Terus dilakukan secara berkala, terutama pada wilayah-wilayah yang rawan terdampak," ujar Driatmiko Herlambang, Rabu (2/9/2026).
Driatmiko menambahkan sampai pada Selasa (1/9/2026), pihaknya telah mendistribusikan air bersih di tujuh desa yang tersebar di tiga Kecamatan. Masing-masing Kecamatan Sidayu, Bungah, dan Balongpanggang.
"Kita akan terus mendistribusikan bantuan air. Ada lima armada truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang disiagakan," tambahnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang bijak menggunakan air saat beraktifitas. Termasuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar sumber air.
"Jika ada warga yang membutuhkan air, kami menyiapkan call center kedaruratan BPBD Gresik, agar mempermudah distribusi air bagi masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.
Simak Video "Video: Bendung Karet Pati Mengering, Bau Bangkai Ribuan Ikan Resahkan Warga"
(irb/hil)