⁠Bulan Bergerak Menjauhi Bumi, Bagaimana Dampaknya?

⁠Bulan Bergerak Menjauhi Bumi, Bagaimana Dampaknya?

Irma Budiarti - detikJatim
Rabu, 02 Sep 2026 15:30 WIB
Ilustrasi Bulan terlihat dari Bumi.
Ilustrasi Bulan terlihat dari Bumi. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Bulan ternyata perlahan bergerak semakin jauh dari Bumi. Menurut NASA, jarak Bulan bertambah sekitar 4 sentimeter setiap tahun. Pergerakan ini telah diketahui melalui pengukuran menggunakan reflektor yang dipasang di permukaan Bulan dan terus diamati dari Bumi.

Fenomena tersebut merupakan bagian dari interaksi gravitasi dan pasang surut antara Bumi dan Bulan. Proses ini tidak hanya membuat orbit Bulan perlahan melebar, tetapi juga mempengaruhi rotasi Bumi. Lantas, apa dampaknya bagi Bumi dan kehidupan di dalamnya?

Mengapa Bulan Menjauh dari Bumi?

Bumi dan Bulan saling berinteraksi melalui gravitasi. Tarikan gravitasi Bulan terhadap Bumi menyebabkan terjadinya pasang surut di lautan. Karena Bumi berotasi lebih cepat daripada Bulan mengelilingi Bumi, tonjolan pasang surut tersebut sedikit bergeser dari posisi tepat di bawah Bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Interaksi antara tonjolan air laut dan gravitasi Bulan kemudian mentransfer sebagian energi rotasi Bumi ke orbit Bulan. Akibatnya, rotasi Bumi perlahan melambat, sementara orbit Bulan semakin melebar. Dengan kata lain, energi dari sistem rotasi Bumi secara perlahan ditransfer ke orbit Bulan.

ADVERTISEMENT

Bulan Menjauh Sekitar 4 Cm Per Tahun

Pengukuran jarak Bumi-Bulan dilakukan dengan teknik Lunar Laser Ranging. Para ilmuwan memanfaatkan reflektor yang ditinggalkan astronaut dalam misi Apollo untuk mengukur jarak antara Bumi dan Bulan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.

Hasil pengukuran menunjukkan Bulan rata-rata menjauh sekitar 3,8 cm setiap tahun. NASA dalam materi terbarunya membulatkan laju tersebut menjadi sekitar 4 cm per tahun. Angka ini memang terlihat kecil, tetapi prosesnya berlangsung terus dalam skala waktu yang sangat panjang.

Hari di Bumi Perlahan Menjadi Lebih Panjang

Salah satu dampak dari interaksi Bumi dan Bulan adalah perlambatan rotasi Bumi. Ketika energi rotasi Bumi ditransfer ke orbit Bulan, Bumi kehilangan sebagian energi rotasinya sehingga berputar sedikit lebih lambat.

NASA mencatat perlambatan tersebut membuat panjang hari bertambah secara perlahan. Salah satu materi NASA memperkirakan perlambatan rotasi Bumi sekitar 1,5 milidetik per abad akibat mekanisme pasang surut ini.

Perubahan tersebut tentu terlalu kecil untuk dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dampaknya diprediksi baru akan terlihat ketika dihitung dalam rentang waktu yang sangat panjang.

Apakah Pasang Surut Laut Akan Berubah?

Pasang surut merupakan salah satu konsekuensi langsung dari interaksi gravitasi Bumi dan Bulan. Namun, pergerakan Bulan menjauh tidak berarti pasang surut laut akan tiba-tiba berubah secara drastis.

NASA menjelaskan gaya pasang surut turut menjadi bagian dari mekanisme yang membuat Bulan bergerak ke orbit yang lebih jauh.

Selain Bulan, Matahari juga mempengaruhi pasang surut di Bumi. Karena laju perubahan jarak Bulan sangat kecil, perubahan yang berkaitan dengan proses tersebut juga berlangsung secara bertahap.

Bagaimana dengan Gerhana Matahari Total?

Dalam skala waktu yang jauh lebih panjang, menjauhnya Bulan memiliki konsekuensi menarik terhadap Gerhana Matahari Total. Saat ini, ukuran tampak Bulan dari Bumi masih memungkinkan Bulan menutupi piringan Matahari pada kondisi tertentu sehingga terjadi Gerhana Matahari Total.

Namun, ketika Bulan semakin jauh, ukuran tampaknya dari Bumi juga akan semakin kecil. Pada suatu masa, Bulan tidak lagi terlihat cukup besar untuk menutupi seluruh Matahari.

NASA memperkirakan sekitar 500 juta hingga 1 miliar tahun lagi akan terjadi Gerhana Matahari Total terakhir yang dapat dilihat dari Bumi. Setelah itu, Bulan akan terlalu jauh untuk menghasilkan Gerhana Matahari Total.

Apakah Bumi dalam Bahaya karena Bulan Menjauh?

Pergerakan Bulan menjauh dari Bumi merupakan proses alami dan berlangsung sangat lambat. Laju sekitar 4 cm per tahun tidak akan membuat Bulan keluar dari orbit Bumi dalam waktu dekat.

Justru, fenomena tersebut merupakan bagian dari dinamika alami sistem Bumi-Bulan yang telah berlangsung selama miliaran tahun. Pengukuran terhadap pergerakan Bulan juga membantu ilmuwan memahami hubungan antara pasang surut, rotasi Bumi, dan orbit Bulan.

Jadi, meskipun Bulan memang perlahan menjauh dari Bumi, dampaknya tidak perlu dikhawatirkan dalam kehidupan manusia saat ini. Perubahan yang ditimbulkannya baru menjadi signifikan jika dilihat dalam skala waktu astronomis.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads