500 Santrinya Keracunan, Manbaul Hikam Bantah MBG Dikelola Ponpes

500 Santrinya Keracunan, Manbaul Hikam Bantah MBG Dikelola Ponpes

Aprilia Devi - detikJatim
Rabu, 02 Sep 2026 07:54 WIB
Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Sidoarjo yang keracunan usai santap MBG mendapat parawatan medis
Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Sidoarjo yang keracunan usai santap MBG mendapat parawatan medis (Foto file: Aprilia Devi/detikJatim)
Sidoarjo -

Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak pesantren menegaskan makanan tidak diolah pihak ponpes.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/9/2026). Saat itu, para santri menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan apel.

Keluhan mulai dirasakan para santri setelah waktu Maghrib. Mereka mengalami sejumlah gejala seperti pusing, mual hingga lemas. Ratusan santri kemudian dievakuasi dan mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit terdekat. Total ada delapan rumah sakit yang di rujukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manbaul Hikam Tanggulangin, KH Abdul Wahid Harun (Gus Wahid) menegaskan menu MBG tersebut bukan makanan yang diolah oleh pihak pondok. Bantahannya itu sekaligus untuk menepis rumor bahwa makanan diolah oleh pihak ponpes.

Gus Wahid membeberkan makanan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin. SPPG tersebut kini telah disuspend (ditutup semetara) setelah kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

"Soal SPPG bukan ditangani pesantren, tapi dari beliau, dari Kalitengah. Dan kami hanya menerima manfaat saja. Tidak benar kalau SPPG itu ada di pondok, tidak benar ya," kata Abdul di RSUD Notopuro, Rabu (2/9/2026) dini hari.

Ia mengatakan santri yang terdampak ada 431 orang dari yang mengonsumsi MBG hari tersebut. Namun jumlah itu kini terus bertambah. "Yang dievakuasi ke rumah sakit 431. Ya kondisi kekuatan fisik masing-masing santri beda-beda," ujarnya.

Ponpes Manbaul Hikam diketahui memiliki sekitar 1.000 santri dan santriwati dari jenjang SMP hingga SMA. Pihak pesantren kini masih fokus memastikan seluruh santri yang terdampak mendapatkan penanganan.

Terkait aktivitas pembelajaran setelah kejadian tersebut, pihak pesantren belum mengambil keputusan. Ia mengatakan pihaknya akan memastikan kondisi para santri terlebih dahulu.

Di pesantren juga ada posko yang didirikan untuk memantau kondisi kesehatan para santri usai peristiwa tersebut.

"Kami sudah mendampingi beliau-beliau (wali santri), semuanya sudah paham. Mungkin Anda akan naik kelas. Berkah dari musibah ya. Kita positive thinking saja pada Allah," pungkasnya.

Data terkini yang dihimpun detikJatim, jumlah santri yang jadi korban keracunan terus melonjak. Terbaru, sebanyak 500 santri tercatat menjadi korban keracunan usai menyantap MBG Rabu (2/9/2026) pagi. Para korban dirawat secara tersebar di delapan rumah sakit di Sidoarjo.

Berdasarkan data penanganan medis terbaru, dari total 500 santri yang ditangani, sebanyak 320 pasien sudah diperbolehkan keluar rumah sakit (KRS). Sementara itu, 65 pasien menjalani rawat inap atau masuk rumah sakit (MRS), dan 115 pasien sisanya masih dalam penanganan observasi.

RSUD Notopuro Sidoarjo menjadi fasilitas kesehatan yang menampung pasien terbanyak, yakni mencapai 334 santri. Rinciannya, 239 pasien telah dipulangkan, 92 pasien masih diobservasi, dan 3 pasien menjalani rawat inap.

Selanjutnya, RS Siti Hajar menangani 74 pasien (29 MRS, 40 KRS, 5 observasi) dan RSU Aisyiyah Siti Fatimah merawat 47 pasien (8 MRS, 39 KRS).

Adapun di RS Delta Surya terdapat 20 pasien (15 MRS, 1 KRS, 4 observasi), RS Pusura merawat 13 pasien (seluruhnya observasi), RS Pusdik Bhayangkara Porong menampung 8 pasien (seluruhnya MRS), RS Arafah Anwar Medika menangani 3 pasien (2 MRS, 1 KRS), serta RS Anwar Medika merawat 1 pasien yang masih menjalani observasi.

Sebelumnya, ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami keracunan usai diduga mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden tersebut diperkirakan terjadi usai para santri melangsungkan salat zuhur, kemudian saat waktu asar mengalami gejala. Dan sekitar magrib banyak yang telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit.

Pantauan di lokasi, puluhan ambulans masih keluar-masuk dari ponpes dengan membawa santri yang mengalami gejala keracunan. Santri itu telah dibawa ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas setempat. Saat ini area ponpes tampak masih dijaga ketat oleh personel TNI.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads