Aksi yang digelar di lahan PT Misi Mulia Petronusa (MMP) Banyuwangi selama tujuh hari berdampak pada pasokan LPG 3 kilogram (kg) di sejumlah wilayah. Warga mengeluhkan kelangkaan gas melon yang disebut terjadi sejak hari ketiga aksi berlangsung.
Ardi, salah satu pemilik pangkalan LPG di Kelurahan Kepatihan, mengaku kehabisan stok LPG 3 kg. Kondisi itu membuat sejumlah pelanggan memprotes karena kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari.
"Saya diprotes oleh pelanggan ini, karena habis gas nya dan warga itu sudah kelangkaan selama 3 hari," jelas Ardi, Selasa (1/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ardi mengaku awalnya tidak mengetahui adanya kaitan antara berkurangnya pasokan LPG dengan aksi di PT MMP. Dia baru mengetahuinya setelah membaca pemberitaan di sejumlah media.
Untuk memastikan kondisi tersebut, Ardi kemudian berinisiatif mendatangi lokasi perusahaan.
Menurut Ardi, sebelum aksi berlangsung, pangkalannya biasa mendapatkan pasokan sekitar 200 tabung LPG 3 kg dalam sehari. Namun, kini jumlah tersebut berkurang menjadi hanya sekitar 100 tabung.
"Biasanya dapat 200 tabung, sekarang saya cuma dapat 100 tabung dan banyak yang tidak bisa saya layani konsumen itu," tambahnya.
Ardi berharap, kondisi tersebut segera berakhir dan ada jalan keluar sehingga masyarakat bisa kembali menerima LPG.
Kelangkaan LPG 3 kg juga dirasakan warga. Novi, salah satu warga yang datang ke lokasi aksi, mengaku kesulitan mendapatkan gas melon.
Dia mengatakan stok LPG 3 kg di toko yang biasa didatanginya telah habis. Bahkan, informasi mengenai kelangkaan serupa juga diterimanya dari keluarganya di daerah lain.
"Iya, habis di toko tetangga. Tapi di Lumajang saudara saya juga langka katanya," pungkasnya.
