Kebakaran di Lembah Kijang Gunung Arjuno Padam Usai Diserbu Relawan

Kebakaran di Lembah Kijang Gunung Arjuno Padam Usai Diserbu Relawan

Muhajir Arifin - detikJatim
Senin, 31 Agu 2026 15:30 WIB
Kondisi terkini Lembah Kijang, Gunung Arjuno, Pasuruan usai pemadaman berhasil dilakukan oleh para relawan dan warga setempat.
Kondisi terkini Lembah Kijang, Gunung Arjuno, Pasuruan usai pemadaman berhasil dilakukan oleh para relawan dan warga setempat. (Foto: Istimewa)
Pasuruan -

Kebakaran di kawasan Lembah Kijang, Gunung Arjuno yang berada di wilayah Pasuruan dipastikan telah berhasil dipadamkan. Pemadaman dilakukan lewat jalur darat oleh para relawan dan warga setempat.

"Kebakaran di Lembah Kijang sudah padam," kata Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, Senin (31/8/2026).

Kebakaran yang terjadi sejak Minggu (30/8) pukul 21.00 WIB itu sempat membesar hingga malam. Puluhan relawan dan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Pasuruan berjibaku melakukan pemadaman meski harus menghadapi tantangan medan yang berat dan angin yang kencang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim Damkar melakukan pemadaman hingga larut malam. Kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan," terang Kepala Desa (Kades) Jatiarjo, Muhammad Hudan Dardiri.

Meski padam, tim tetap berada di kawasan yang kebakaran. Tim melakukan penyisiran untuk memastikan tak ada titik panas yang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan lanjutan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data yang didapatkan detikJatim, hingga Kamis 27 Agustus 2026, kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang telah menghanguskan 334,94 hektare hutan dan lahan. Pihak UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo belum merilis data resmi total luasan hutan dan lahan yang terbakar hingga Senin ini.

Pihak UPT Tahura hanya menjelaskan bahwa ratusan hektare lahan terbakar itu terbagi di 2 wilayah kabupaten, baik yang berada di wilayah Pasuruan maupun yang berada di wilayah Kota Batu.

Tim gabungan dari UPT Tahura Raden Soerjo, Polhut, relawan hingga masyarakat peduli api (MPA) terus berjibaku melakukan penanganan lewat jalur darat. Upaya itu didukung dari udara lewat water bombing bila cuaca memang memungkinkan.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads