Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang Hanguskan 334 Hektare

Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang Hanguskan 334 Hektare

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Jumat, 28 Agu 2026 07:20 WIB
Penampakan asap yang masih mengepul di hutan Gunung Arjuno
Karhutla Gunung Arjuno (Foto: Dok. Istimewa)
Batu -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, makin meluas. Sampai Kamis, 27 Agustus 2026 tercatat total lahan terbakar mencapai 334,94 hektare.

Berdasarkan data UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, ratusan hektare lahan terbakar itu terbagi di dua wilayah. Tepatnya berada di wilayah Pasuruan dan Kota Batu.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini mengatakan bahwa lahan yang terbakar paling besar berada di wilayah Kabupaten Pasuruan dengan luas 274 hektare. Sementara lahan terbakar di wilayah Kota Batu seluas 60 hektare.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Totalnya sebanyak 334,94 hektare, yang mana sebanyak 274 hektare masuk wilayah Pasuruan dan 60 hektare berada di kawasan Kota Batu," terang Tyas sapaan akrabnya kepada awak media, Jumat (28/8/2026).

ADVERTISEMENT

Tyas menyampaikan untuk titik api saat ini masih terpantau di kawasan Lali Jiwo dan mulai merembet ke kawasan Banyukuning. Api terpantau bergerak dari bagian atas bukit menuju ke bawah.

Tim gabungan dari UPT Tahura Raden Soerjo, Polhut, relawan hingga masyarakat peduli api (MPA) terus berjibaku melakukan penanganan lewat jalur darat. Upaya tersebut mendapat dukungan dari udara lewat water bombing.

Kendati demikian, pada dua hari terakhir helikopter water bombing tidak bisa dikerahkan secara maksimal. Cuaca buruk membuat helikopter hanya bisa melakukan water bombing beberapa kali dan kemudian dihentikan.

"Helikopter sekarang bergeser ke kawasan TNBTS. Saat ini kami melakukan pemadaman melalui personel darat secara manual dengan menggunakan gebyok," tandasnya.

Sebagai informasi, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang awalnya diketahui terjadi pada 18 Agustus 2026. Ada tiga titik api (hotspot) yang terdeteksi. Upaya penanganan dilakukan petugas gabungan dari Tahura Raden Soerjo, Polhut, Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga relawan.

Setelah petugas berjibaku selama beberapa hari memadamkan api dan menghalau api meluas dengan membuat sekat bakar, situasi mulai membaik. Api yang berada di kawasan Gunung Kembar 1, Gunung Kembar 2, hingga Sabana Lembah Kijang telah padam pada 20 Agustus 2026.

Kendati demikian, perjuangan tim gabungan belum selesai. Keesokan harinya pada 21 Agustus 2026, tim gabungan masih tetap melakukan penyisiran sisa-sisa bara sebagai antisipasi munculnya titik api baru.

Dari hasil pendataan, area terdampak kebakaran periode 18-21 Agustus 2026 di kawasan Tahura Raden Soerjo tercatat seluas 146,85 Hektare (Ha). Dengan rincian, 144,05 hektare berada di RKW 03 Pasuruan, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen dan 2,80 hektare di RKW 04 Batu, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Kemudian, pada Sabtu 22 Agustus 2026 sore, pihak Tahura Raden Soerjo kembali mendeteksi titik kebakaran di Gunung Arjuno. Upaya pemadaman baik dari darat secara manual maupun udara dengan water bombing terus dilakukan sampai saat ini.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads