Prabowo Tutup 290 BUMN yang Bikin Rugi: Hemat Rp 50 Triliun

Prabowo Tutup 290 BUMN yang Bikin Rugi: Hemat Rp 50 Triliun

Irma Budiarti - detikJatim
Senin, 31 Agu 2026 12:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam acara penutupan Muktamar ke-35 NU, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Presiden Prabowo Subianto dalam acara penutupan Muktamar ke-35 NU, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Foto: Tangkapan Layar YouTube TVNU
Jombang -

Presiden Prabowo Subianto mengungkap pemerintah telah menutup 290 badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai tidak menguntungkan dan tidak memiliki kinerja baik. Penutupan tersebut disebut mampu menghemat anggaran hingga Rp 50 triliun.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Senin (31/8/2026).

"Kurang dua tahun pemerintahan yang saya pimpin, kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi, kami tutup 290 BUMN, dengan menutup 290 BUMN kita telah menghemat Rp 50 triliun," katanya dilihat detikJatim dari YouTube Sekretariat Presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan, pemerintah masih akan melanjutkan langkah efisiensi dengan menutup sedikitnya 700 BUMN lagi hingga akhir Desember 2026.

"Pemerintah yang saya pimpin, Desember 2026, kami akan menutup lagi, paling sedikit 700 lagi yang akan kami tutup, jadi nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Ia berharap, langkah tersebut dapat menghasilkan penghematan hingga Rp 100 triliun dari biaya overhead. Selain dari perampingan BUMN, Prabowo menyebut penghematan pemerintah di berbagai bidang saat ini sudah mendekati Rp 300 triliun setiap tahun.

"Berarti harapan saya kita bisa menghemat Rp 100 triliun dari overhead, dari biaya rutin gaji direksi, gaji komisaris. Penghematan kita di berbagai bidang, sudah mendekati Rp 300 triliun tiap tahun," ungkap Prabowo.

Uang hasil penghematan tersebut, kata Prabowo, akan dialihkan dan digelontorkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Prabowo juga menyinggung kebijakan pembiayaan pemerintah. Ia mengatakan pemerintah tidak ingin terlalu banyak meminjam uang.

Namun, jika pemerintah harus mengambil pinjaman, Prabowo menegaskan pemerintah akan mencari pinjaman dengan bunga yang serendah mungkin. Sementara itu, investasi tetap terbuka untuk mendukung pembiayaan pembangunan.

"Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya ke rakyat. Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam uang dari mana, ajak investasi boleh, kalau kita pinjam uang, kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil," pungkasnya.

Pantauan YouTube, Prabowo menjadi presiden pertama yang membuka dan menutup gelaran Muktamar NU. Ia tiba di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pagi hari mengenakan baju putih dan peci hitam. Setibanya di lokasi, ia tampak menyalami sejumlah kiai yang menyambut kedatangannya.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga hadir dalam acara tersebut, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Budi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, hingga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto hingga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads