Presiden Prabowo Subianto menutup gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026). Prabowo memberikan selamat dan pesan mendalam pada Ketua PBNU dan Rais Aam yang terpilih.
Pantauan detikJatim melalui YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di lokasi penutupan Muktamar NU pukul 10.20 WIB. Mengenakan baju putih dan peci hitam, Prabowo langsung menyalami sejumlah kiai yang menyambut kedatangannya di lokasi.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan NU yang terpilih sekaligus mengapresiasi pelaksanaan Muktamar ke-35 yang berlangsung dengan rukun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ucapkan selamat kepada pimpinan NU yang terpilih, dan saya ucapkan selamat atas berjalannya Muktamar dengan sukses, dengan guyub, dengan rukun, kita terima perbedaan, kita terima kompetisi yang sehat," kata Prabowo.
Prabowo menilai, pelaksanaan Muktamar NU menjadi contoh bagi organisasi besar lainnya. Menurutnya, NU memiliki puluhan juta anggota, ribuan pesantren, dan puluhan ribu kiai, tetapi tetap mampu menggelar muktamar dengan damai.
"Saya kira NU memberi contoh kepada seluruh bangsa bagaimana suatu organisasi yang anggotanya puluhan juta, pesantrennya ribuan, kiainya puluhan ribu tapi bisa melaksanakan Muktamar dengan sukses, dengan damai, dengan rukun," imbuhnya.
Prabowo kemudian menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru NU dapat terus memberikan pengabdian bagi negara, bangsa, dan umat.
"Selamat atas terlaksananya Muktamar ke-35. Negara, bangsa dan umat, menunggu dharma bakti yang akan datang," tambah Prabowo.
Diketahui, kehadiran Prabowo menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang Presiden RI membuka sekaligus menutup Muktamar NU.
Prabowo sebelumnya membuka Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Surapati, Desa Tambakrejo, Jombang, pada Kamis (27/8). Muktamar NU berlangsung selama lima hari, yakni 27-31 Agustus 2026.
Dalam kesempatan ini, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga hadir, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Budi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU
Sebelum penutupan Muktamar, sembilan ulama yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) menggelar sidang tertutup di kediaman KH Abdul Wahab Hasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Senin pagi.
Sidang tersebut digelar pukul 06.20 WIB sampai 07.00 WIB untuk memilih Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 dari lima nama yang diusulkan para muktamirin.
Kelima nama tersebut yakni KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, serta KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin.
Hasilnya, sembilan ulama AHWA sepakat memilih Gus Kikin yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031.
"Dari 5 nama calon yg diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim Mahfudz menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031," kata KH Anwar Iskandar dalam sidang pleno V muktamar di halaman Gedung Serba Guna (GSG) KH Hasbullah Said, PP Bahrul Ulum, Jombang, Senin (31/8/2026).
Kiai Anwar mengatakan keputusan tersebut diambil melalui musyawarah mufakat sembilan anggota AHWA. Rapat tertutup itu dibuka dengan bacaan Surah Al-Fatihah oleh KH Anwar Manshur dan ditutup dengan doa dari Kiai Manshur.
"Rapat yang kami laksanakan tadi pagi adalah sebuah musyawarah mufakat yang merupakan pelaksanaan mandat keputusan muktamar. Ini adalah mekanisme yang pertama kita lakukan di dalam pemilihan kepengurusan NU," jelasnya.
Sementara itu, pada rapat tertutup Minggu (30/8) malam, sembilan ulama AHWA telah memilih KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031.
Kiai Miftach kembali menduduki jabatan tersebut setelah sebelumnya terpilih menjadi Rais Aam PBNU masa khidmat 2021-2026 hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung.
Dengan terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU dan Kiai Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam, kepemimpinan PBNU periode 2026-2031 telah terbentuk dan selanjutnya akan memimpin organisasi Nahdlatul Ulama untuk lima tahun ke depan.
Simak Video "Video: Cak Imin-Nusron Wahid Bicara soal Konsolidasi Jelang Muktamar NU"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)
