Rel Dekat Lumpur Lapindo Sidoarjo Akan Ditinggikan 1 Meter

Rel Dekat Lumpur Lapindo Sidoarjo Akan Ditinggikan 1 Meter

Suparno - detikJatim
Kamis, 27 Agu 2026 16:15 WIB
Kereta api di Sidoarjo
Kereta api di Sidoarjo (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dalam waktu dekat akan melakukan peninggian jalur rel kereta api di antara Stasiun Tanggulangin dan Stasiun Porong, Sidoarjo. Jalur tersebut berada di kawasan yang berdekatan dengan semburan lumpur Lapindo.

Peninggian rel dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kereta api, terutama menjelang musim hujan. Pasalnya, kawasan tersebut mengalami penurunan tanah yang terus berlangsung.

Humas DJKA Ditjen Perkeretaapian, Alfaviega Septian Pravangasta mengatakan, penanganan berupa peninggian rel telah dilakukan secara rutin bersama PT KAI sejak 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara umum jalur dan rel masih aman serta layak digunakan untuk operasional kereta api. Namun, karena kondisi tanah terus mengalami penurunan, peninggian rel perlu dilakukan secara berkala," ujar Alfaviega di Siring Poring, Kamis (27/8/2026).

Berdasarkan data yang diperoleh, penurunan tanah di sekitar jalur rel tersebut diperkirakan mencapai sekitar 0,5 meter setiap tahun. Karena itu, peninggian rel kali ini diperkirakan bisa mencapai sekitar 1 meter.

ADVERTISEMENT

Menurut Alfaviega, langkah tersebut sekaligus untuk mengantisipasi penurunan tanah yang terjadi di wilayah tersebut. Selain itu, jalur rel juga kerap mengalami genangan dan meluber ketika hujan dengan intensitas tinggi.

DJKA juga tengah menyusun SOP penanganan kondisi darurat, khususnya apabila terjadi banjir atau genangan yang mengganggu jalur kereta api saat musim hujan.

"SOP penanganan darurat sedang disusun untuk situasi banjir atau genangan di jalur yang memang sudah lama diketahui rawan meluber saat musim hujan," jelasnya.

Meski demikian, peninggian rel tersebut bukan solusi permanen. Perawatan secara berkala dinilai hanya menjadi langkah sementara sebelum adanya solusi yang lebih permanen.

DJKA sebelumnya telah menginisiasi rencana relokasi jalur kereta api dari kawasan Sidoarjo menuju Tulangan hingga Gunung Gangsir. Relokasi tersebut diproyeksikan menjadi solusi permanen untuk menghindari kawasan yang mengalami permasalahan penurunan tanah.

Rencana tersebut telah masuk dalam pembahasan, namun pelaksanaannya sempat terkendala persoalan anggaran sejak pandemi COVID-19. Upaya untuk kembali mendorong rencana tersebut dilakukan pada 2026.

Dukungan pendanaan dari Kreditanstalt fΓΌr Wiederaufbau (KfW) juga dinilai dapat membuka peluang percepatan pembangunan jalur baru tersebut.

Di sisi lain, sebelum relokasi benar-benar terealisasi, DJKA memastikan langkah pengamanan jalur eksisting tetap dilakukan. Peninggian rel dan penyusunan SOP darurat menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Alfaviega menjelaskan, persoalan di kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penurunan permukaan tanah. Kondisi geologis di sekitar kawasan semburan lumpur juga menjadi perhatian karena adanya proses pergerakan material lumpur yang terus berlangsung.

"Perawatan yang dilakukan selama ini sifatnya temporer. Tujuan akhirnya tentu mendapatkan solusi permanen agar tidak terus melakukan siklus perawatan yang sama setiap tahun," katanya.

Untuk jangka panjang, relokasi melalui trase Tulangan-Gunung Gangsir masih memerlukan kajian lebih mendalam, termasuk studi kelayakan untuk memastikan aspek teknis serta skema pendanaannya.

DJKA berharap rencana tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang sehingga keselamatan dan keberlanjutan operasional kereta api di wilayah Sidoarjo tidak terus bergantung pada peninggian rel secara berkala.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads