Proses peninggian tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 10.D di Kecamatan Porong, Sidoarjo, terus dilakukan. Tanggul yang berada di dekat jalur transportasi vital Jawa Timur itu menjadi perhatian karena lokasinya berdekatan dengan rel kereta api dan Jalan Raya Porong Lama.
Pantauan di lokasi, Senin, terlihat empat unit alat berat jenis ekskavator berada di area tanggul. Dua di antaranya tampak aktif melakukan pekerjaan peninggian tanggul, sementara dua unit lainnya berada di sekitar lokasi.
Salah seorang pemandu wisata tanggul lumpur, Tofa (32), warga Desa Jatirejo, mengatakan pekerjaan peninggian tanggul sudah berlangsung sejak awal Juni 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses peninggian tanggul ini sudah dilakukan sejak awal Juni 2026. Sampai sekarang masih terus dikerjakan," kata Tofa kepada detikJatim diatas tanggul penahan Lumpur, Senin (27/7/2026).
Dari kejauhan, kondisi tanggul di titik 10 D tampak cekung. Kondisi tersebut diduga akibat penurunan tanah yang terus terjadi.
"Kalau dilihat memang bagian tanggul ini terlihat cekung. Informasinya setiap tahun tanggul mengalami penurunan sekitar 50 sentimeter," ujarnya.
Tofa juga mengungkapkan, tanggul di titik 10D pernah mengalami kebocoran. Menurutnya, apabila peninggian dan perawatan tidak segera dilakukan, kondisi itu berpotensi membahayakan infrastruktur di sekitarnya.
"Dulu tanggul ini pernah bocor. Kalau tidak segera ditangani, tentu bisa mengancam rel kereta api dan Jalan Raya Porong Lama karena posisinya sangat dekat," jelasnya.
Sebelumnya, elevasi permukaan lumpur dan air di kawasan tersebut juga sempat mendekati bibir tanggul sehingga diperlukan peninggian untuk menjaga keamanan tanggul.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, detikJatim masih berupaya menghubungi pihak Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) untuk meminta konfirmasi terkait progres peninggian tanggul di titik 10D. Namun, belum ada tanggapan yang diberikan.
