Misteri Klinik Pembuang Limbah Jarum Suntik di Exit Tol Tambak Sumur

Round-Up

Misteri Klinik Pembuang Limbah Jarum Suntik di Exit Tol Tambak Sumur

Denza Perdana - detikJatim
Kamis, 27 Agu 2026 09:00 WIB
Penampakan limbah jarum suntik yang dibuang di Exit Tol Tambak Sumur, Sidoarjo
Penampakan limbah jarum suntik yang dibuang di Exit Tol Tambak Sumur, Sidoarjo (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Temuan ribuan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di saluran air sisi kiri exit Tol Tambak Sumur dari arah Bandara Juanda, Sidoarjo, memicu keresahan warga. Limbah alat suntik bekas, botol kemasan obat, hingga kasa berbercak darah itu terbungkus belasan kantong plastik dibuang dekat permukiman.

Irfan (28), warga Desa Tambak Sumur menuturkan kekhawatiran warga yang beraktivitas di sekitar permukiman Pondok Candra maupun area tambak.

"Jadi warga hari ini menemukan ribuan alat suntik termasuk limbah medis yang dibuang secara sengaja di kawasan yang bersebelahan dengan exit tol. Warga resah dan khawatir," kata Irfan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau limbah ini bisa mencemari lingkungan tentu sangat membahayakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar sini. Ada warga yang mancing di tambak, ada juga kolam pancing. Anak-anak juga sering bermain layang-layang di sekitar lokasi," ujarnya.

Awalnya, dugaan pembuang limbah medis itu sempat mengarah pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Chandrarini Surabaya. Hal ini dipicu temuan selembar kertas pembungkus obat berlogo RSUD milik Pemkot Surabaya tersebut di antara tumpukan sampah medis, di samping kantong plastik lain bertuliskan "Hadi. Dr.".

ADVERTISEMENT

Namun, dugaan itu dibantah Direktur Utama RSUD EC, dr. Listyorini Rarasingtyas yang memastikan pengelolaan limbah B3 dan medis di tempatnya mengandalkan pihak ketiga berizin, PT Wastec International, serta terdata di sistem Festronik.

"Bukan. Kalau kita pengelolaannya sudah dengan PT Wastec International, kita tidak pernah membuang sendiri dan sesuai keamanan dan prosedur Kemen LH," ucap Listyorini.

"Jadi memang diberikan kantong kertas berlogo RSUD EC yang berisi obat. Dan itu yang kami lihat itu sobekan dari bungkus kantong obat itu," sambungnya.

Langkah pengusutan mulai menemui titik terang setelah Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo berkoordinasi dengan DLHK Sidoarjo serta Pemkot Surabaya. Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengungkapkan hasil penelusuran awal mengindikasikan ribuan jarum suntik bekas itu berasal dari salah satu klinik di Kota Surabaya.

Limbah suntik bekas dibuang di selokan SidoarjoLimbah suntik bekas dibuang di selokan Sidoarjo. (Foto: Suparno/detikJatim)

"Informasi yang saya terima bahwa ini bukan oleh rumah sakit seperti yang tertera dari foto itu, tapi salah satu klinik yang ada di Surabaya," katanya.

"Untuk sementara, hasil penelusuran kami mengarah bahwa limbah medis tersebut berasal dari salah satu klinik di Kota Surabaya, bukan dari rumah sakit maupun fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo," kata dr Lakhsmie.

Menanggapi ramainya temuan ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menilai ada kejanggalan pada selembar kertas berlogo RSUD EC yang ditemukan di lokasi dan menduga ada pihak yang sengaja menaruhnya.

"Kalau tiba-tiba ada kertas ini lucu loh. Iki onok seng ndekek kertase. Iki kertase sopo? Karena kertas ini ternyata kertas kantong obat," kata Eri.

"Umpamane ada klinik yang membuang itu akan diproses. Apakah klinik di Sidoarjo atau di Surabaya, maka pidana harus berjalan, biar kita tahu," tegasnya.

"Ini kejadian yang aneh juga. Nak Sidoarjo mbuake, moro-moro onok kertas nak kono, onok spet e, padahal spet e duduk spet e Suroboyo," tambahnya.

Eri menegaskan bahwa seluruh RS di Surabaya menggunakan pihak ketiga dalam pemrosesan limbah jarum suntik sehingga dipastikan tidak dibuang langsung ke lingkungan.

"Jadi di rumah sakit seluruh Kota Surabaya itu pemrosesan (limbah medis) menggunakan pihak ketiga. Dimana ketika ada spuit yang termasuk jarum, maka itu dilepas (dipisah). Dan itu dimasukkan ke dalam pemrosesan yang diambil pihak ketiga dihancurkan dalam limbah B3," jelasnya.

"Sehingga dalam proses ini tidak ada spuit (jarum) digabung, ini enggak ada. Maka ini dipastikan bukan spuitnya Kota Surabaya," pungkasnya.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads