Pendakian Gunung Lincing Ditutup Imbas Kebakaran Arjuno

Pendakian Gunung Lincing Ditutup Imbas Kebakaran Arjuno

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Rabu, 26 Agu 2026 16:00 WIB
Penampakan asap yang masih mengepul di hutan Gunung Arjuno
Karhutla Gunung Arjuno (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Setelah rute Pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup pada Rabu 19 Agustus 2026, kini giliran rute Gunung Lincing. Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo mengumumkan Gunung Lincing ditutup mulai 26 Agustus 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, membenarkan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk menutup rute pendakian Gunung Lincing. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang melanda kawasan Gunung Arjuno.

"Betul penutupan rute pendakian Gunung Lincing per hari ini 26 Agustus 2026," ungkap Tyas sapaan akrabnya ketika dihubungi detikJatim melalui sambungan telepon, Rabu (26/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tyas menyampaikan, meski kawasan Gunung Lincing tidak terdampak kebakaran, pihaknya tetap memilih untuk menutup rute pendakian agar petugas lebih fokus dalam penanganan kebakaran.

"Ya tujuannya supaya kita lebih fokus penanganan kebakaran. Agar area juga steril dan mempermudah petugas dalam melakukan upaya pemadaman," ujar Tyas.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang awalnya diketahui terjadi pada 18 Agustus 2026. Ada tiga titik api (hotspot) yang terdeteksi. Upaya penanganan dilakukan petugas gabungan dari Tahura Raden Soerjo, Polhut, Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga relawan.

Setelah petugas berjibaku selama beberapa hari memadamkan api dan menghalau api meluas dengan membuat sekat bakar, situasi mulai membaik. Api yang berada di kawasan Gunung Kembar 1, Gunung Kembar 2, hingga Sabana Lembah Kijang telah padam pada 20 Agustus 2026.

Kendati demikian, perjuangan tim gabungan belum selesai. Keesokan harinya pada 21 Agustus 2026, tim gabungan masih tetap melakukan penyisiran sisa-sisa bara sebagai antisipasi munculnya titik api baru.

Dari hasil pendataan, area terdampak kebakaran periode 18-21 Agustus 2026 di kawasan Tahura Raden Soerjo tercatat seluas 146,85 Hektare (Ha). Dengan rincian, 144,05 hektare berada di RKW 03 Pasuruan, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen dan 2,80 hektare di RKW 04 Batu, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Kemudian, pada Sabtu 22 Agustus 2026 sore, pihak Tahura Raden Soerjo kembali mendeteksi ada dua titik hotspot di kawasan Gunung Arjuno. Tepatnya berada di jalur menuju Puncak Gunung Arjuno serta wilayah Lapangan Kotak.

Upaya pemadaman baik dari darat secara manual maupun udara dengan water bombing terus dilakukan pada dua titik hotspot baru tersebut. Penanganan yang dilakukan oleh tim gabungan masih terus berlangsung hingga Rabu 26 Agustus 2026 siang.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads