Bawaslu Dorong Mahasiswa Jadi Agen Pengawasan Pemilu Digital

Bawaslu Dorong Mahasiswa Jadi Agen Pengawasan Pemilu Digital

Faiq Azmi - detikJatim
Rabu, 26 Agu 2026 16:45 WIB
Anggota Bawaslu RI sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Puadi.
Anggota Bawaslu RI sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Puadi. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menggelar Campus Connect 'Generasi Digital, Demokrasi Transparan' di Aula THE lantai 1 Kantor Manajemen Unair, Kampus MERR-C Surabaya. Bawaslu mengajak mahasiswa Unair berperan aktif sebagai agen literasi digital dan pengawasan pemilu.

"Yang pertama adalah bagaimana Bawaslu memperkuat regulasi digital, sehingga sosialisasi ini perlu disampaikan kepada sivitas akademika," kata Anggota Bawaslu RI sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Puadi di Surabaya, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan campus connect, lanjut Puadi, menjadi bagian dari upaya Bawaslu membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam memperkuat literasi kepemiluan sekaligus menghadapi tantangan pengawasan di era digital.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puadi mengatakan, Bawaslu tengah memperkuat regulasi digital serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu melakukan pengawasan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Selain memperkuat regulasi, Bawaslu mendorong peningkatan kemampuan pengawasan di ruang digital, termasuk pemantauan dunia maya dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI. Bawaslu juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai platform digital untuk mendukung pengawasan pemilu.

ADVERTISEMENT

Menurut Puadi, transformasi pengawasan pemilu tersebut tidak dapat dilakukan Bawaslu seorang diri. Perguruan tinggi, khususnya mahasiswa, memiliki posisi strategis sebagai agen digital dan agen literasi.

"Kolaborasi tersebut pun tidak hanya berhenti sampai pada kesempatan kali ini untuk bisa melakukan sosialisasi, karena kita memandang bahwa civitas akademika, jajaran mahasiswa sebagai agen digital, agen literasi, sehingga Bawaslu untuk bisa melakukan transformasi digital," ujarnya.

Puadi menegaskan, keterlibatan mahasiswa tidak diharapkan berhenti pada kegiatan sosialisasi. Bawaslu membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian, riset, hingga menjadi relawan.

Mahasiswa juga dapat berpartisipasi dalam memantau perkembangan penyelenggaraan pemilu. Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

"Artinya memang pada kesempatan kali ini, Bawaslu tidak hanya sekadar melakukan sosialisasi saja, tetapi ke depan berharap mahasiswa di dalamnya bagaimana peran mahasiswa sebagai agen literasi dan agen digital," kata Puadi.

Kerja sama juga diarahkan dengan melibatkan dosen dan kelembagaan kampus dalam penelitian serta riset mengenai persoalan-persoalan kepemiluan.

Puadi mengatakan, kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat Bawaslu melalui moto "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.

"Sehingga nanti apa yang menjadi program Bawaslu ke depannya ini sinergi dengan kalangan kampus untuk bisa dikolaborasikan," tegasnya.

Bawaslu juga terus memperkuat fungsi kehumasan dan publikasi. Langkah ini dinilai vital, khususnya pada masa non-tahapan pemilu saat ini hingga pertengahan tahun depan.

"Bawaslu di daerah kami harapkan semakin adaptif serta dekat dengan media sosial," tandasnya.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads