Bupati Subandi Sidak Betonisasi Krian-Kemangsen, Soroti Progres yang Lambat

Bupati Subandi Sidak Betonisasi Krian-Kemangsen, Soroti Progres yang Lambat

Suparno - detikJatim
Selasa, 25 Agu 2026 14:00 WIB
Bupati Sidoarjo Subandi saat cek betonisasi Krian-Kemangsen
Bupati Sidoarjo Subandi saat cek betonisasi Krian-Kemangsen (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek betonisasi ruas Krian-Kemangsen, Sidoarjo. Dalam pengecekan tersebut, Subandi menyoroti progres pekerjaan yang masih berada di kisaran 1,5 persen.

Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp 3,6 miliar itu memiliki panjang pekerjaan sekitar 450 meter dengan lebar 7 meter. Berdasarkan kontrak, pekerjaan ditargetkan rampung pada awal Juli 2026.

Subandi mengatakan progres pekerjaan saat ini sedikit tertinggal dari target. Seharusnya, progres pekerjaan sudah berada di angka sekitar 2 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang progresnya sekitar 1,5 persen. Memang ada sedikit keterlambatan, tetapi ini harus segera dikejar. Jangan sampai deviasinya semakin melebar," kata Subandi saat sidak di lokasi, Selasa (25/8/2026).

Ia menegaskan pengawasan proyek harus dilakukan secara ketat sejak awal untuk memastikan pekerjaan sesuai kontrak, baik dari sisi volume maupun kualitas.

ADVERTISEMENT

bbbb

Subandi juga meminta pelaporan progres dilakukan secara rutin melalui sistem digital e-Kinda. Dengan sistem tersebut, perkembangan pekerjaan dapat dipantau secara langsung oleh pemerintah kabupaten.

"Laporan harian harus terus diperbarui melalui e-Kinda. Jadi progresnya bisa kita lihat setiap hari dan kalau ada persoalan bisa segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Dalam proyek ini, Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan dua unit alat berat untuk mendukung percepatan pekerjaan. Penggunaan beton berat dipilih karena ruas tersebut akan menerima beban kendaraan yang cukup tinggi.

Subandi menyebut pengalaman pengerjaan sebelumnya menjadi evaluasi. Penggunaan material briket pada pekerjaan terdahulu dinilai tidak mampu bertahan menghadapi beban kendaraan berat sehingga mengalami kerusakan dalam waktu relatif cepat.

"Pengalaman sebelumnya kita jadikan evaluasi. Kali ini kita gunakan beton yang sesuai untuk menahan beban kendaraan berat. Jangan sampai baru selesai kemudian cepat rusak lagi," jelasnya.

Selain kualitas, Subandi menegaskan tidak boleh ada pengurangan volume pekerjaan di lapangan. Ia meminta pelaksanaan proyek benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan volume yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Pengawasan proyek dilakukan secara berlapis. Selain konsultan pengawas yang wajib menyampaikan laporan harian, camat, pemerintah desa, serta masyarakat juga dilibatkan untuk ikut mengawal pelaksanaan pekerjaan.

Sementara itu, selama proses penggalian dan pengecoran, arus lalu lintas di sisi utara akan ditutup total secara kondisional. Kendaraan akan dialihkan melalui sisi selatan.

Menurut Subandi, penutupan total diperlukan karena pekerjaan menggunakan alat berat. Getaran dan aktivitas konstruksi dinilai berpotensi mengganggu kualitas pekerjaan sekaligus membahayakan pengguna jalan apabila lalu lintas tetap dibuka separuh badan jalan.

"Kita tidak ingin memaksakan jalan dibuka separuh ketika alat berat bekerja. Ini menyangkut kualitas pekerjaan dan keselamatan masyarakat," tegasnya.

Subandi berharap proyek betonisasi Krian-Kemangsen dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas sesuai spesifikasi. Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat menjaga pekerjaan agar tidak terjadi penyimpangan volume maupun kualitas.

"Harapan kita tidak ada deviasi volume, tidak ada pengurangan di lapangan. Pekerjaan selesai tepat waktu dan hasilnya kuat serta tahan lama," pungkas Subandi.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads