- Fakta-fakta Bursa Calon Gubernur Jawa Timur dari PDIP 1. 12 Kader PDIP Jabat Kepala Daerah di Jatim 2. Nama-nama Kader PDIP yang Jabat Kepala Daerah di Jatim 3. Kepala Daerah PDIP yang Berpeluang Masuk Bursa Cagub Jatim 4. PDIP Buka Peluang Kader dari Luar Partai 5. Target PDIP Jatim Rebut Kursi Kepala Daerah
PDIP mulai memetakan bursa calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) untuk Pilkada 2029. Partai berlambang banteng moncong putih itu menyebut memiliki sejumlah kader potensial yang bisa dipertimbangkan, terutama dari kalangan kepala daerah dan anggota DPR RI.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya memiliki stok kepemimpinan yang cukup besar di Jawa Timur. Lantas, siapa saja yang masuk bursa calon gubernur Jatim? Simak fakta-faktanya berikut ini.
Fakta-fakta Bursa Calon Gubernur Jawa Timur dari PDIP
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. 12 Kader PDIP Jabat Kepala Daerah di Jatim
PDIP memiliki 12 kader yang saat ini menjabat sebagai kepala daerah di Jawa Timur. Selain itu, sekitar 19 kader lainnya duduk sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jatim.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut jumlah tersebut merupakan stok kepemimpinan partai untuk menghadapi Pilkada 2029. Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah menegaskan target partainya untuk memenangkan Pileg sekaligus merebut kursi Gubernur Jatim pada 2029.
"Kalau kita lihat di dalam demokrasi yang terkonsolidasi, maka ada calon-calon yang muncul dari kepala daerah. Kami punya 12 kepala daerah, ada juga calon yang muncul dari anggota DPR RI, kami punya anggota DPR RI yang cukup signifikan, sekitar 19 dari Jawa Timur," beber Hasto di Surabaya, Minggu (23/8/2026).
2. Nama-nama Kader PDIP yang Jabat Kepala Daerah di Jatim
Dari 17 kader PDIP yang saat ini menduduki posisi kepala daerah maupun wakil kepala daerah di Jatim, 12 di antaranya merupakan kepala daerah. Mereka, yakni Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Kemudian, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Bupati Malang Sanusi, Bupati Blitar Rijanto, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Selain itu, terdapat lima kader yang menjabat wakil kepala daerah, yakni Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, dan Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar.
3. Kepala Daerah PDIP yang Berpeluang Masuk Bursa Cagub Jatim
Sejumlah kepala daerah PDIP di Jawa Timur berpeluang dipertimbangkan sebagai kandidat Gubernur Jatim 2029. Dua nama yang disorot Hasto, yakni Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Hasto menyebut rekam jejak kepemimpinan kepala daerah menjadi salah satu sumber kader potensial. Meski begitu, PDIP juga membuka peluang bagi kader dari latar belakang lain, termasuk tokoh muda.
"Jadi PDIP memiliki banyak success story terkait dengan para kepala daerah, dan dengan solidnya mesin partai, ini menjadi modal bagi pemenangan Pemilu Gubernur, kepala daerah yang akan datang, dan pemilu legislatif serta presiden," tegasnya.
4. PDIP Buka Peluang Kader dari Luar Partai
Hasto menyebut tidak menutup kemungkinan untuk membuka peluang bagi kader-kader dari luar partai. Ia menyontohkan Tri Rismaharini yang menjadi kaderisasi terbuka yang dilakukan PDIP.
Risma sebelumnya direkrut dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) sebelum dipercaya menjadi Wali Kota Surabaya selama dua periode dan kemudian menjabat Menteri Sosial (Mensos).
"Kemudian partai juga melakukan pendidikan politik dan rekrutmen secara terbuka. Ibu Tri Rismaharini misalnya, direkrut dari kalangan ASN yang menggembleng kepemimpinannya dan kemudian bertemu dengan Ibu Mega dan diberikan ruang untuk menjadi wali kota dua periode dan sangat berhasil, kemudian menjadi Menteri Sosial, dan sekarang menjadi Ketua DPP Bidang Penanggulangan Bencana," tambahnya.
Hasto menegaskan pola kaderisasi tersebut masih terbuka bagi figur-figur lain yang dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Jadi mereka-mereka yang punya potensi sebagai pemimpin dan kemudian mampu menjawab harapan rakyat, itu diberikan ruang di PDI Perjuangan, termasuk bagi anak-anak muda. Syaratnya adalah anak-anak muda yang memiliki jiwa dan spirit seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan para tokoh-tokoh bangsa lainnya," tandasnya.
5. Target PDIP Jatim Rebut Kursi Kepala Daerah
PDIP Jatim menargetkan kadernya merebut kursi Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2029. Said Abdullah menyatakan target tersebut menjadi bagian dari evaluasi partai setelah hasil Pemilu 2024. Evaluasi itu untuk membenahi mesin partai sekaligus menyiapkan strategi menghadapi kontestasi politik berikutnya.
"Dengan kerja keras kita semua, kita punya kewajiban sama, tekad yang sama untuk memenangkan pileg dan pilgub yang akan datang," kata Ketua PDIP Jatim Said Abdullah di Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Menurut Said, target tersebut bukan hanya memenangkan Pemilu legislatif, tetapi juga memastikan PDIP memiliki kader yang mampu memimpin Jawa Timur.
"Bahwa PDI Perjuangan sudah saatnya punya Gubernur Jawa Timur," tegas Said.
Untuk mencapai target tersebut, PDIP Jatim meminta anggota DPR RI hingga DPRD kabupaten/kota lebih aktif turun ke masyarakat, menyerap aspirasi, dan memperkuat struktur partai hingga tingkat TPS.
Hasto menilai modal kepemimpinan dan struktur partai di Jatim menjadi bekal PDIP menghadapi Pemilu 2029. Meski sejumlah nama telah disorot, mereka belum otomatis menjadi kandidat yang diusung untuk Pilgub Jatim 2029 dan masih masuk dalam stok kepemimpinan partai.
(irb/abq)
