BPBD Jatim mengungkap kondisi terbaru kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Arjuno dan Welirang. Kebakaran di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo ini berimbas pada penutupan akses jalur pendakian.
"Update hingga pukul 13.00 WIB, hasil observasi menunjukkan tidak ditemukan titik api di kawasan Gunung Arjuno," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (21/8/2026).
Satriyo mengatakan hari ini sudah dilakukan water bombing untuk memastikan sudah tidak ada titik api baik di Gunung Arjuni maupun Welirang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi siang helikopter yang mengangkut 1.000 Liter air untuk water bombing telah melakukan pembasahan di wilayah Sabana Lembah Lengkehan. Saat ini helikopter masih disiagakan di Abdurahman Saleh," jelasnya.
Meski sudah tidak ada titik api, Satriyo menyebut helikopter water bombing tetap disiagakan untuk mengantisipasi adanya titik api baru.
"Personel yang bertugas di Posko Kaliandra saat ini melaksanakan pemantauan serta bersiaga untuk mengantisipasi perkembangan situasi. Saat ini bahan bakar avtur juga telah disiagakan di Lapangan Kaliandra Resort," jelasnya.
Untuk jumlah luasan lahan yang terbakar, Satriyo menyebut masih dilakukan pendataan. Sebab, lokasi lahan yang terbakar berada di kawasan curam.
"Masih didata, dan pendakian di Gunung Arjuno serta Welirang masih ditutup meski statusnya saat ini sudah padam. Kami pastikan terlebih dahulu bahwa api sudah padam. Tim BPBD, TNI-Polri, relawan masih terus melakukan penyisiran," tandasnya.
