Kebakaran hutan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Jawa Timur, telah padam. Memasuki hari keempat penanganan, tim gabungan kini fokus menyisir lokasi untuk memastikan bara api di batang pohon dan akar benar-benar padam agar tidak memicu kebakaran susulan.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini mengatakan, api di tiga titik hotspot, yakni Gunung Kembar 1, Gunung Kembar 2, dan Sabana 2 Lembah Kijang, telah padam sejak Kamis (20/8/2026) petang.
"Kondisi lokasi sekarang, Kembar 1 sudah padam, Kembar 2 sudah padam, dan Sabana 2 Lembah Kijang juga sudah padam," kata Tyas sapaan akrabnya saat ditemui detikJatim di Posko Sumberbrantas, Kota Batu, Jumat (21/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini Foto: Muhajir Arifin/detikJatim |
Meski tidak lagi terlihat kobaran api di permukaan, petugas masih mewaspadai bara yang tersimpan di dalam batang dan akar pohon. Kondisi tersebut diperparah dengan tebalnya lapisan serasah serta tutupan pohon berukuran besar di kawasan terdampak.
Tyas menjelaskan, bara yang berada di dalam batang maupun akar dapat kembali memicu kebakaran apabila tertiup angin.
"Saat ini lokasi hanya menyisakan bara api, terutama pada batang-batang pohon yang lumayan tebal. Batang pohon dan akar mengeluarkan bara api yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali jika tertiup angin," jelas Tyas.
Angin kencang yang melanda kawasan tersebut juga menjadi salah satu faktor yang diwaspadai petugas. Karena itu, meski api telah padam, operasi belum sepenuhnya dihentikan dan difokuskan pada penyisiran serta pembasahan.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi juga memastikan kondisi api di tiga lokasi tersebut sudah padam per Jumat (21/8) pukul 09.00 WIB. Namun, petugas masih menemukan bara api pada batang pohon yang terbakar sehingga diperlukan pembasahan.
"Saat ini masih menyisakan bara bara api di batang pohon yang terbakar yang masih memerlukan pembasahan dari udara," kata Sugeng, Jumat (21/8/2026).
Sebanyak 29 personel saat ini masih berada di lokasi untuk melakukan mop up atau penyisiran dan memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi menimbulkan api.
Tim tersebut terdiri atas 17 personel yang sebelumnya berada di lokasi dan 12 personel tambahan yang diberangkatkan pada Jumat pagi. Mereka menyisir sejumlah area terdampak, termasuk kawasan Lapangan Kotak.
Petugas membongkar tumpukan serasah untuk menemukan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan. Bara tersebut kemudian dipadamkan hingga benar-benar dingin.
Sugeng mengatakan penanganan kebakaran juga dilakukan melalui jalur darat dengan melibatkan total 78 personel. Sebanyak 60 personel berasal dari Posko Sumber Brantas dan 18 personel dari jalur Putuk Elang Pasuruan.
Personel gabungan tersebut berasal dari Tahura Raden Soerjo, Polhut, Manggala Agni, Koramil Bumiaji, Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, BPBD, PMI, Tagana, dan ORARI.
Selain tim darat, petugas juga mengerahkan tim mop up dan drone untuk membantu pemantauan kondisi kawasan terdampak.
"Hari ini telah mengirimkan tim Mop Up dan drone sejumlah 12 personil ke lokasi kebakaran dengan target Mop Up lokasi yang sudah padam dan pengambilan data melalui drone," terangnya.
Pihak Tahura Raden Soerjo hingga Jumat belum merilis total luas lahan yang terdampak kebakaran. Pengukuran dan pemetaan secara presisi masih dilakukan di lapangan.

