Penyebab Karhutla Gunung Arjuno-Welirang Masih Misteri

Penyebab Karhutla Gunung Arjuno-Welirang Masih Misteri

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Jumat, 21 Agu 2026 17:45 WIB
Kebakaran di Arjuno-Welirang
Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Kota Batu -

Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang dinyatakan padam. Meski seluruh titik api utama sudah ditangani, tim gabungan belum bisa mengidentifikasi apa yang menyebabkan kebakaran terjadi.

Pihak berwenang saat ini masih berfokus pada upaya penyisiran bara api yang tersisa dan pembasahan. Bukan hanya itu, tim gabungan juga tengah melakukan rekapitulasi total area terdampak kebakaran hutan dan lahan di Arjuno-Welirang.

"Kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran dan berapa luasan lahan yang terbakar," ungkap Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini saat ditemui detikJatim di posko Sumber Brantas, Kota Batu, Jumat (21/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan yang akrab disapa Tyas itu menyampaikan bahwa kebakaran di kawasan Gunung Kembar 1, Gunung Kembar 2, hingga Sabana Lembah Kijang dipastikan padam. Meski demikian potensi muncul titik api baru dari sisa-sisa bara di lokasi kebakaran masih ada.

"Yang jelas, hari ini kami memastikan padam dan dilakukan pembasahan. Sebab, dikhawatirkan bara api yang ada ketika tertiup angin yang kencang dapat menimbulkan api kembali," terangnya.

ADVERTISEMENT

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebanyak 29 personel darat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran menyeluruh di bekas area kebakaran.

"Kami sudah mengirimkan personel total 29 yang melakukan penyisiran untuk memastikan bara api benar-benar padam di seluruh kawasan yang kemarin terbakar," tambahnya.

Guna memaksimalkan upaya pemadaman total, operasi water bombing lewat udara dilakukan. Air diambil dari penampungan air di kawasan Brakseng, Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Sebelumnya, helikopter water bombing sempat menyiagakan armada selama 2 hari tetapi terkendala faktor cuaca ekstrem. Hari ini, helikopter telah berhasil melakukan satu kali penyiraman dan bersiap untuk tahap selanjutnya.

"Ini sudah dilakukan sekali pembasahan menggunakan water bombing. Sementara itu, teman-teman darat memastikan titik koordinat untuk pembasahan yang kedua kalinya agar titiknya nanti lebih presisi," tandasnya.



(hil/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads