SD Negeri Setono di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Ponorogo resmi ditutup mulai tahun ajaran 2026/2027. Sekolah itu berhenti beroperasi setelah tiga tahun berturut-turut tidak menerima siswa baru.
Pantauan di lokasi, bangunan sekolah tampak sepi tanpa aktivitas belajar. Sejumlah ruang kelas telah kosong dari meja dan kursi, bahkan ruang kelas I dan II ditutup menggunakan seng.
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Setono, Handry Reza Pratama membenarkan penutupan tersebut. Menurutnya, operasional sekolah dihentikan sejak Juli 2026 bersamaan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir, SDN Setono kesulitan memperoleh murid baru. Bahkan, calon siswa yang sempat mendaftar akhirnya memilih pindah karena jumlah teman sekelas sangat sedikit.
"Dari dulu kelas 1, 2, 3 itu tidak ada siswanya. Kadang ada yang daftar cuma satu atau dua anak, lalu akhirnya pindah," katanya, Kamis (20/8/2026).
Enam siswa yang masih tersisa kini dipindahkan ke sekolah negeri terdekat. Dua siswa melanjutkan pendidikan di SDN 1 Japan, sedangkan empat lainnya pindah ke SDN 1 Singosaren.
Handry mengaku menyayangkan penutupan tersebut karena SDN Setono merupakan satu-satunya sekolah dasar negeri di wilayah Kelurahan Setono.
"Sebenarnya kami sudah sering sosialisasi ke warga. Tapi keputusan tetap di orang tua, dan banyak yang memilih sekolah yang dianggap lebih favorit," pungkasnya.
(hil/hil)
