Tebing Terjal Tak Halangi Operasi Mitigasi Karhutla Susulan di Bromo

Tebing Terjal Tak Halangi Operasi Mitigasi Karhutla Susulan di Bromo

M Rofiq - detikJatim
Senin, 17 Agu 2026 19:40 WIB
Operasi mitigasi karhutla susulan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus dilakukan bahkan di medan yang terjal.
Operasi mitigasi karhutla susulan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus dilakukan bahkan di medan yang terjal. (Foto: Istimewa)
Probolinggo -

Kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau tidak menyurutkan langkah personel Korem 083/Baladhika Jaya dalam melakukan pencarian titik bara api yang tersisa dari kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) Bromo.

Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan terjun langsung dalam memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berjalan maksimal.

Memasuki hari ke-14 penanganan karhutla, Danrem 083/Bdj yang juga bertindak sebagai Dansektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Bdj turut serta melakukan operasi di Blok Pusung Lingker, bawah P30, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadirannya untuk mengecek kondisi lapangan sekaligus memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Bersama personel di lapangan, Danrem menyusuri sejumlah titik bekas kebakaran yang berada di kawasan dengan kontur medan cukup ekstrem.

ADVERTISEMENT

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh termasuk terhadap material terbakar yang berpotensi masih menyimpan bara di bawah permukaan. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya mitigasi. Sebab, meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, bara yang tersisa bisa kembali memicu munculnya api apabila tidak ditangani secara tuntas.

Hingga hari ke-14, total kawasan TNBTS yang terdampak karhutla tercatat mencapai 1.121,66 hektare. Area terbakar itu meliputi Argowulan seluas 75,61 hektare, Bantengan Wetan 843 hektare, serta kawasan Dingklik, Pakis Bincil, Mungal dan Kedalu dengan luas mencapai 203,05 hektare.

Secara umum, kobaran karhutla di kawasan TNBTS mulai berhasil dipadamkan sejak Jumat lalu. Kendati demikian, operasi melalui jalur darat masih terus dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh titik bekas kebakaran dalam kondisi benar-benar padam.

Danrem menekankan bahwa keberhasilan pemadaman tidak cukup hanya dengan memastikan kobaran api menghilang. Setiap titik yang berpotensi menyimpan bara harus diperiksa dan dipastikan benar-benar padam.

"Medan terjal bukan hambatan. Kita harus memastikan secara langsung bahwa bara-bara yang masih tersisa benar-benar padam, sehingga tidak terjadi api susulan," tegas Danrem, Senin (17/8/2026).

Operasi darat selanjutnya akan difokuskan pada penyisiran dan pemantauan kawasan bekas kebakaran, terutama lokasi yang dinilai masih memiliki potensi menyimpan bara. Personel juga tetap disiagakan untuk merespons dengan cepat apabila kembali ditemukan asap maupun titik bara.

Penanganan karhutla di kawasan Bromo Tengger Semeru terus dilakukan melalui sinergi TNI, Polri, BNPB, pengelola TNBTS, pemerintah daerah, relawan, serta berbagai unsur terkait. Upaya tersebut akan dilanjutkan hingga seluruh kawasan dipastikan berada dalam kondisi aman dan terkendali.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads