Warga Bumiayu Malang Kirab Bendera Merah Putih 81 Meter Keliling Kampung

Warga Bumiayu Malang Kirab Bendera Merah Putih 81 Meter Keliling Kampung

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 17 Agu 2026 13:45 WIB
Anggota Linmas Bumiayu bersama TNI-Polri dan warga mengarak bendera Merah Putih sepanjang 81 meter.
Anggota Linmas Bumiayu bersama TNI-Polri dan warga mengarak bendera Merah Putih sepanjang 81 meter. (Foto: Istimewa)
Malang -

Suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Bumiayu, Kota Malang berlangsung sangat meriah. Pemandangan tak biasa menyita perhatian masyarakat saat kain Merah Putih raksasa terbentang sepanjang 81 meter diarak memenuhi badan jalan.

Sebanyak 69 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kelurahan Bumiayu dikerahkan untuk mengarak kain Merah Putih sejauh 5 kilometer. Kain tersebut tampak membentang indah bergelombang mengikuti langkah personel yang berjalan beriringan mengelilingi wilayah kelurahan.

Lurah Bumiayu Mutho Sobirin mengungkapkan bahwa aksi kolosal ini merupakan tradisi tahunan yang konsistensinya terus dijaga oleh warga setempat bersama instansi terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, warga Kelurahan Bumiayu bersama Satlinmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas secara rutin mengibarkan dan mengkirab bendera panjang," ujar Mutho saat dikonfirmasi, Senin (17/8/2026).

Menariknya, panjang kain Merah Putih itu selalu disesuaikan dengan usia kemerdekaan Indonesia. Ketika pertama kali dibuat secara gotong royong oleh warga pada 2023 lalu, ukurannya masih 78 meter. Kain itu terus disambung dan bertambah panjang setiap tahun hingga kini menyentuh angka 81 meter.

ADVERTISEMENT

Rute kirab mengambil titik awal dari Kantor Kelurahan Bumiayu melewati kawasan RW 1 dan menyusuri jalanan perkampungan warga. Arak-arakan bendera ini sengaja dijadwalkan berakhir tepat saat momen bersejarah pembacaan detik-detik proklamasi.

"Untuk rute kirab pagi ini mulai dari RW 1 sampai menjelang detik-detik proklamasi di perempatan Rajasa, RW 5," kata Mutho.

Ia menambahkan, aksi ini bukan sekadar seremonial rutin tahunan. Lebih dari itu, bendera raksasa hasil swadaya warga ini menjadi sarana ampuh untuk merekatkan rasa persaudaraan dan memperkuat jiwa nasionalisme.

"Tujuannya untuk memupuk persatuan dan kesatuan warga masyarakat serta nasionalisme. Yang kedua, ini bentuk persatuan dan kesatuan NKRI antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pemerintah yang terjalin secara harmonis," pungkasnya.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads