Upacara detik-detik proklamasi di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek berlangsung khidmat. Bupati Mochamad Nur Arifin menjadi inspektur upacara dengan mengenakan pakaian adat suku Asmat.
Prosesi upacara berlangsung hikmat. Puluhan anggota paskibraka yang digembleng latihan selama beberapa pekan terakhir mampu menjalankan tugas dengan baik. Sang Merah Putih dapat dikibarkan dengan sempurna.
Sementara itu, pembacaan naskah proklamasi dibacakan langsung oleh Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, para pejabat dan tamu undangan di memakai pakaian adat dari berbagai daerah di pelosok nusantara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bupati Trenggalek memakai baju adat Suku Asmat Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim |
Bupati Mochamad Nur Arifin dan istrinya Novita Hardini tampak memakai pakaian adat suku Asmat, Papua.
"Ini kalau nggak salah dari Suku Asmat ya di Papua. Ini salah satu suku terbesar di kepulauan Papua menyebar dari pesisir sampai di daerah pegunungan," kata M Nur Arifin, Senin (17/8/2026).
Keanekaragaman pakaian adat yang dipakai para pejabat dan tamu undangan ini menjadi simbol dari keistimewaan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai suku hingga kepulauan.
Menurutnya, gegap gempita perayaan HUT ke-81 RI bukan sekadar berisi kegembiraan, melainkan juga mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk Indonesia.
Dijelaskan, pascaproklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan besar berupa agresi militer hingga pemberontakan di dalam negeri.
"Nah, itupun juga sebagai cermin bahwa tidak boleh kemudian mengatakan kita merdeka kok masih begini-begini saja. Dulu di awal Indonesia merdeka, masih harus menghadapi perjuangan-perjuangan yang tidak selesai, apakah itu di jalur diplomatik maupun di jalur perjuangan bersenjata," imbuhnya.
Arifin menambahkan, sebagai bagian dari pemerintah di tingkat daerah pihaknya bertekad untuk terus berjuang dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
"Untuk terus berjuang, mengupayakan hal-hal agar kemerdekaan 100 persen yang dicita-citakan oleh seluruh rakyat bisa tercapai, khususnya warga Trenggalek," kata Bupati.

