Tanaman kumis kucing (orthosiphon stamineus) selama ini dikenal sebagai tanaman obat keluarga yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Manfaatnya beragam mulai dari membantu menurunkan kadar asam urat, menjaga kesehatan ginjal, mengontrol gula darah, hingga membantu menurunkan tekanan darah.
Tanaman herbal yang mudah ditemukan di pekarangan rumah itu mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, fenolik, triterpenoid, sinensetin, glikosida, dan saponin. Kandungan tersebut memiliki sifat antioksidan, antiradang, antibakteri hingga antidiabetes.
Pemilik usaha herbal Herbarso, Hermanto, warga Dusun Girang, Desa Wono Kupang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, mengatakan kumis kucing merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki banyak manfaat jika diolah dengan tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanaman kumis kucing ini sudah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional. Khasiatnya cukup banyak, mulai membantu mengatasi asam urat, menjaga kesehatan ginjal, menurunkan tekanan darah, hingga membantu mengontrol gula darah," kata Hermanto kepada detikJatim, Minggu (16/8/2026).
Menurut Hermanto, masyarakat dapat mengonsumsi kumis kucing dalam bentuk teh herbal dengan cara mengeringkan daun dan batang mudanya terlebih dahulu.
"Daun kumis kucing yang sudah dikeringkan bisa diseduh seperti teh. Bisa juga dicampur dengan jahe, kayu manis, serai atau bahan herbal lain agar rasanya lebih nikmat sekaligus menambah manfaat," ujarnya.
Ia menjelaskan, kumis kucing juga dikenal memiliki efek diuretik atau membantu melancarkan buang air kecil, sehingga sering dimanfaatkan untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih dan ginjal.
Selain itu, tanaman herbal ini juga dipercaya dapat membantu meringankan keluhan rematik, batu ginjal, infeksi saluran kemih, menjaga kesehatan jantung hingga membantu meredakan batuk.
Meski demikian, Hermanto mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi herbal secara berlebihan dan tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama bagi penderita penyakit tertentu, ibu hamil, maupun mereka yang sedang mengonsumsi obat dokter.
"Herbal itu sifatnya membantu menjaga kesehatan. Namun untuk pengobatan penyakit tertentu, sebaiknya tetap didampingi dokter agar aman dan tidak terjadi interaksi dengan obat yang sedang dikonsumsi," jelasnya.
Belakangan, tanaman kumis kucing juga semakin populer di kalangan masyarakat. Bahkan, dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kecamatan Balongbendo, sejumlah warga menggelar lomba meracik teh berbahan dasar kumis kucing sebagai upaya mengenalkan manfaat tanaman herbal lokal kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi edukasi bahwa tanaman yang selama ini tumbuh di pekarangan rumah ternyata memiliki potensi besar untuk mendukung kesehatan keluarga secara alami.
