Puluhan emak-emak di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan cara yang unik. Mereka mengikuti lomba meracik teh herbal berbahan tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus).
Kegiatan ini digelar Tim Herbal Rosso bekerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia. Para peserta wajib meracik teh dari tanaman kumis kucing yang telah disiapkan panitia.
Tidak hanya kumis kucing, peserta juga diberi sejumlah bahan pendamping seperti keningar, jahe, gula, garam, dan kayu secang. Mereka ditantang menghasilkan racikan dengan rasa, aroma, warna, serta penyajian yang menarik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hermanto mengatakan kegiatan itu tidak sekadar menjadi perlombaan tetapi juga menjadi upaya untuk mengenalkan kembali tanaman herbal yang telah lama dikenal oleh masyarakat.
"Kegiatan ini untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali kekayaan tanaman obat herbal Indonesia. Pengetahuan tentang tanaman herbal ini merupakan warisan turun-temurun yang perlu dikenalkan kembali kepada masyarakat," ujar Hermanto disela-sela kegiatan, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, lomba tersebut juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengenal, menanam, mengolah, dan mengonsumsi tanaman herbal secara bijak sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Dalam perlombaan itu ada sejumlah kriteria penilaian. Di antaranya rasa, aroma, warna dan tampilan, teknik meracik, kebersihan, kreativitas racikan, penyajian, serta kemampuan peserta menjelaskan bahan yang digunakan.
Salah satu peserta, Ibu Indra yang juga merupakan ketua RT, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan meracik ramuan herbal dalam bentuk perlombaan.
Dalam racikannya, Ibu Indra menambahkan jahe dan kayu manis. Menurutnya, kedua bahan tersebut dipilih untuk memberikan aroma dan rasa pada teh kumis kucing.
"Ini baru pertama kali membuat dan mengikuti lomba seperti ini. Saya menambahkan jahe dan kayu manis supaya aromanya lebih harum dan rasanya lebih enak," kata Ibu Indra.
Ibu Indra mengatakan teh racikannya biasa dikonsumsi pada pagi dan sore hari. Ia menyebut masyarakat selama ini mengenal berbagai tanaman herbal sebagai bagian dari pengetahuan tradisional untuk membantu menjaga kebugaran tubuh.
Namun, berbagai klaim mengenai manfaat teh kumis kucing dan bahan herbal lainnya dalam kegiatan tersebut merupakan pengetahuan atau kebiasaan tradisional warga. Ramuan herbal tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, pengobatan, maupun saran dari tenaga medis.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap tanaman kumis kucing dan pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman herbal lokal tidak semakin terlupakan di tengah masyarakat.
Selain menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 RI, lomba tersebut sekaligus menjadi ajang berkumpul warga untuk mengenalkan kembali kekayaan tanaman herbal Indonesia dari lingkungan sekitar.
