Total Luas Lahan Bromo yang Terbakar 1.120 Hektare, Kebakaran Terkendali

Total Luas Lahan Bromo yang Terbakar 1.120 Hektare, Kebakaran Terkendali

M Rofiq - detikJatim
Minggu, 16 Agu 2026 15:40 WIB
Hamparan lahan yang menghitam menjadi saksi kebakaran yang melanda kawasan TNBTS. Berdasarkan data terakhir, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 1.120 hektare.
Hamparan lahan yang menghitam menjadi saksi kebakaran yang melanda kawasan TNBTS (Foto: M. Rofiq/ detikjatim)
Probolinggo -

Kondisi kebakaran lahan di kawasan Taman NasionalBromo TenggerSemeru (TNBTS) secara umum mulai terkendali. Berdasarkan data terakhir yang dihimpun 2 hari sebelumnya, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai kurang lebih 1.120 hektare.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha memastikan hingga hari sebelumnya tidak terjadi penambahan luas area yang terbakar. Kondisi di lapangan saat ini didominasi oleh sisa bara api di bawah permukaan tanah yang sesekali masih mengeluarkan asap.

"Luasan sampai data terakhir di dua hari yang lalu 1.120 hektare. Dan memang mulai hari kemarin, kalau kita melihat tidak adanya kebakaran, jadi tidak ada penambahan," kata Rudijanta, Minggu (16/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menegaskan bahwa sisa bara yang masih muncul tidak menyebabkan api kembali menyebar atau memperluas area kebakaran.

"Tidak ada api yang menyebar memperluas lokasi kebakaran," tegas Rudijanta.

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini tim gabungan masih terus melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya bara api yang masih berada di bawah permukaan tanah.

Rudijanta mengatakan belum ditemukan lagi perluasan kebakaran. Namun, bara api yang masih tersisa di bawah permukaan tanah berpotensi memunculkan asap maupun api ketika terkena hembusan angin.

"Sejauh ini dari mulai hari kemarin secara umum sudah terkendali. Tetapi tidak menutup kemungkinan masih adanya bara-bara api yang berada di bawah permukaan yang ketika ada angin kemudian bisa muncul asap maupun berpotensi menimbulkan api," kata Rudijanta.

Tim gabungan masih bersiaga di kawasan TNBTS untuk melakukan pemantauan dan pendinginan. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi munculnya bara api di bawah permukaan tanah yang berpotensi memicu kebakaran kembali.Tim gabungan masih bersiaga di kawasan TNBTS untuk melakukan pemantauan dan pendinginan. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi munculnya bara api di bawah permukaan tanah yang berpotensi memicu kebakaran kembali. (Foto: M. Rofiq/ detikjatim)

Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses penanganan belum sepenuhnya dihentikan. Dalam dua hari terakhir, Satuan Tugas (Satgas) bersama seluruh personel yang terlibat masih melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman.

"Untuk itu, dari kemarin kita sampaikan, Satgas sudah melakukan pendinginan untuk memastikan situasi benar-benar kondusif dan memang bisa dikatakan kembali normal," ujarnya.

Rudijanta menegaskan, seluruh personel akan tetap bersiaga hingga kondisi kawasan benar-benar dinyatakan aman. Tim di lapangan juga akan terus melakukan berbagai upaya yang diperlukan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.

"Sehingga sebelum situasi itu dicapai, tentunya tim Satgas dan semua personel yang terlibat di dalam pemadaman masih berjaga-jaga dan melakukan upaya-upaya yang diperlukan di lapangan," katanya.

Terkait rencana pembukaan kembali kawasan Bromo untuk aktivitas wisata maupun kegiatan lainnya, Rudijanta menyebut hingga saat ini belum ada keputusan.

"Untuk rencana pembukaan sendiri masih belum ada. Pembukaan kita akan menunggu juga hasil dari pengendalian Satgas," jelasnya.

Menurutnya, keputusan pembukaan kawasan akan dilakukan setelah kondisi di lapangan benar-benar dinyatakan kondusif. Setelah operasi pengendalian selesai, mekanisme pembukaan kawasan akan diumumkan oleh Kementerian Kehutanan.

"Ketika sudah kondusif tentunya akan dibuka oleh Kementerian sendiri nanti akan disampaikan oleh Pak Menteri Kehutanan," ujarnya.

Masyarakat diminta tetap mematuhi pembatasan aktivitas di kawasan Bromo hingga ada pengumuman resmi terkait kondisi terkini dan pembukaan kembali kawasan.



(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads