5 Fakta Tabrak Lari Rombongan Moge Banyuwangi: Helm Pecah-Ditinggal Kabur

5 Fakta Tabrak Lari Rombongan Moge Banyuwangi: Helm Pecah-Ditinggal Kabur

Denza Perdana - detikJatim
Sabtu, 15 Agu 2026 12:00 WIB
Moge tabrak lagi di Rogojampi Banyuwangi
Moge tabrak lagi di Rogojampi Banyuwangi/Foto: Dok. Istimewa
Banyuwangi -

Insiden tabrak lari diduga melibatkan rombongan motor gede (moge) terjadi di Jalan Utama Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Seorang pengendara motor bernama Ahmad Rizqullah menjadi korban dalam peristiwa tersebut hingga mengalami luka-luka.

Berikut ini sejumlah fakta terkait kecelakaan tabrak lari yang menimpa Rizqullah di tengah kepadatan arus lalu lintas dan disaksikan sejumlah pengendara lainnya. Sementara pengendara moge itu justru terkesan lari dari tanggung jawab.

Fakta-fakta Rombongan Moge Tabrak Lari Pemotor di Banyuwangi

1. Terjadi di Tengah Kepadatan Arus Lalu Lintas

Kecelakaan ini terjadi pada Jumat (14/8) sekitar pukul 11.00 WIB, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Rogojampi. Saat itu, kondisi jalan tengah merayap padat oleh kendaraan dan anak-anak sekolah yang sedang menyeberang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah kepadatan tersebut, rombongan moge melintas dengan kecepatan tinggi dari arah belakang dan menyalip secara agresif.

"Kondisi jalan sedang ramai. Ada motor Harley dengan atribut label rokok HS menyalip mendahului. Moge di belakangnya mengekor. Saya tidak bisa berhenti mendadak atau menepi karena ada mobil parkir, jadi saya agak mengambil jalur kanan lalu tersenggol," ujar Rizqullah saat menceritakan kembali detik-detik mencekam itu, Jumat (14/8/2026).

ADVERTISEMENT

2. Dihantam Beruntun hingga Helm Pecah

Senggolan pertama membuat tubuh dan sepeda motor Rizqullah jatuh terpelanting di atas aspal. Belum sempat menyelamatkan diri, bahaya datang dari moge lain di belakangnya yang memacu kendaraan dalam jarak dekat dan tidak sempat mengerem.

"Moge di belakang tidak sempat mengerem. Satu menabrak punggung saya dan satu lagi menabrak kaki kanan," ungkap Rizqullah.

Benturan beruntun tersebut mengakibatkan helm korban pecah berkeping-keping hingga menyebabkan kepalanya mengalami luka pembengkakan. Selain itu Rizqullah juga mengalami cedera kaki kanan hingga tidak bisa digerakkan.

3. Ditinggalkan Tanpa Empati, Pelaku Berdalih 'Bukan Rombongan

Meski beberapa pengendara moge sempat menghentikan laju kendaraan sejenak di lokasi kejadian, mereka tidak memberikan pertolongan darurat.

Para penunggang moge itu justru berdalih sebelum akhirnya tancap gas meninggalkan korban yang tergeletak di jalan raya bahwa pengendara yang menabrak bukan rombongannya.

"Sempat berhenti dan ada yang berdalih 'bukan rombongan saya', lalu pergi begitu saja meninggalkan saya yang tergeletak di jalan," kata Rizqullah dengan nada kecewa.

4. Korban Menuntut Respons dan Iktikad Baik

Merasa dizalimi dan ditelantarkan begitu saja, Rizqullah memilih menyuarakan insiden ini ke media sosial guna menuntut tanggung jawab moral serta empati dari para pelaku yang mencelakainya.

"Saya tunggu tanggung jawabnya. Ini bukan hanya soal mengakui kesalahan, tetapi juga empati," tegas Rizqullah.

5. Diduga Rombongan Peserta GathNas III menuju Bali

Arus lalu lintas rombongan moge di wilayah Banyuwangi dilaporkan mengalami peningkatan signifikan sejak Kamis (13/8). Banyuwangi menjadi jalur perlintasan utama menuju Pulau Dewata.

Rombongan moge tersebut diduga kuat tengah melakukan perjalanan konvoi menuju Bali untuk menghadiri acara *Gathering Nasional III (GathNas III)* yang dijadwalkan berlangsung pada 15-16 Agustus 2026.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads