Polemik yang menyeret nama Tio Ferdian Rahmana memasuki babak baru. Setelah statusnya sebagai Wakil I Raka Jawa Timur 2026 dicabut karena dinilai melanggar kode etik, gelar Cak Surabaya 2023 miliknya juga resmi dilepas.
Sementara Tio akhirnya buka suara terkait viralnya percakapan WhatsApp yang disebut berisi permintaan kepada seorang perempuan untuk melakukan aborsi.
Tio menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (13/8/2026). Sehari setelahnya, Jumat (14/8/2026), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan status Tio sebagai Cak Surabaya 2023 juga telah dicabut setelah melalui rapat bersama pihak-pihak terkait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polemik bermula dari viralnya unggahan yang menyebut Tio meminta seorang perempuan melakukan aborsi ke Singapura. Percakapan tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan berujung pada pemeriksaan serta rapat pembahasan terkait dugaan pelanggaran kode etik.
Tio kemudian memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya @tiofrhmn_ pada Kamis (13/8/2026). Ia mengakui adanya komunikasi melalui WhatsApp yang menurutnya kurang tepat dan terjadi ketika dirinya dalam kondisi panik.
"Saya memohon maaf atas komunikasi WhatsApp yang kurang tepat. Saat itu saya dalam kondisi panik," tulis Tio di akun Instagram pribadinya @tiofrhmn_, Kamis (13/8/2026).
Tio juga meminta publik tidak langsung menyimpulkan persoalan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, terdapat perbedaan antara informasi yang beredar dengan peristiwa yang ia ketahui dan alami.
"Ada perbedaan antara informasi yang beredar dengan apa yang saya alami," lanjutnya.
Dalam klarifikasinya, Tio menyebut persoalan tersebut sebenarnya telah diketahuinya sebelum ramai di media sosial. Ia mengatakan sempat menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab, tetapi tawaran tersebut tidak disetujui pihak terkait.
Tio juga mengaku memiliki sejumlah bukti yang menurutnya dapat membantu menjelaskan persoalan tersebut secara lebih utuh. Bukti itu disebut berupa percakapan, dokumentasi, dan keterangan saksi yang siap ditunjukkan kepada pihak berwenang atau pihak independen jika diperlukan.
Ia berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi penilaian terhadap karakter pribadinya hanya berdasarkan informasi yang beredar secara tidak lengkap di media sosial.
"Klarifikasi ini saya sampaikan untuk memberikan sudut pandang saya, bukan menyalahkan pihak lain," terangnya.
Tio meminta masyarakat mempertimbangkan keterangan dari seluruh pihak sebelum mengambil kesimpulan. Ia juga menegaskan klarifikasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak lain.
"Saya tidak meminta masyarakat membenci siapa pun. Saya hanya meminta agar jangan menjatuhkan vonis berdasarkan satu sisi cerita," ujar Tio.
Sebelum menyampaikan klarifikasi, Tio lebih dulu kehilangan pekerjaannya sebagai tenaga kontrak non-ASN di lingkungan Pemkot Surabaya. Eri Cahyadi mengatakan pemkot langsung melakukan pengecekan setelah polemik tersebut viral.
Pada Senin (10/8/2026) pagi, Tio diberhentikan dari statusnya sebagai tenaga kontrak non-ASN Pemkot Surabaya.
Pada hari yang sama, Disbudporapar Kota Surabaya bersama paguyuban dan Disbudpar Jawa Timur menggelar rapat untuk membahas status Tio sebagai bagian dari ajang Raka Raki Jatim 2026.
Hasil pembahasan tersebut berujung pada pencabutan status Tio sebagai Wakil I Raka Jawa Timur 2026. Keputusan itu disampaikan Disbudpar Jatim setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan, klarifikasi, serta rapat pembahasan yang melibatkan sejumlah pihak.
Mereka antara lain Disbudpar Jatim, Disbudporapar Kota Surabaya, Dewan Juri Grand Final Raka Raki Jatim 2026, IRARI, paguyuban Cak dan Ning, serta psikolog.
Kepala Disbudpar Jatim Evy Afianasari menyampaikan keputusan tersebut di UPT Taman Budaya Jawa Timur, Kota Surabaya, Selasa (11/8/2026).
"Mencabut status Saudara Tio Ferdian Rahmana sebagai Wakil I Raka Jawa Timur Tahun 2026, sehingga yang bersangkutan dibebastugaskan dari seluruh hak dan kewajiban sebagai Wakil I Raka Jawa Timur Tahun 2026," kata Evy.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Disbudpar Jatim Nomor: 500.13.4.1/Tanggal 11 Agustus 2026. Selain kehilangan gelar, Tio diwajibkan mengembalikan seluruh atribut dan hadiah yang telah diterimanya sebagai Wakil I Raka Jawa Timur 2026.
"Bahwa Saudara Tio Ferdian Rahmana diwajibkan mengembalikan seluruh atribut (selempang, piala dan piagam) dan hadiah (uang tunai, produk dan voucher) yang telah diterimakan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur," jelas Evy.
Disbudpar Jatim juga memutuskan tidak menunjuk pengganti untuk posisi Wakil I Raka Jawa Timur 2026.
"Sebagai bentuk komitmen terhadap konsekuensi pelanggaran kode etik, maka tidak akan dilakukan penunjukan pengganti gelar Wakil I Raka Jawa Timur Tahun 2026," tambahnya.
Setelah status Wakil I Raka Jawa Timur 2026 dicabut, status Tio sebagai Cak Surabaya 2023 juga menyusul dilepas. Eri Cahyadi mengatakan pencabutan tersebut merupakan konsekuensi dari pelanggaran kode etik yang dilakukan Tio.
Menurut Eri, keputusan tersebut dibahas dalam rapat yang melibatkan Disbudporapar Kota Surabaya, paguyuban, dan Disbudpar Jawa Timur. Hasil rapat kemudian membuat status Cak Surabaya 2023 Tio turut dicabut.
"Karena dia melanggar kode etik, maka dia dilepaskan jabatannya dari Raka Jawa Timur, sekaligus yang Surabaya melepas jabatan Cak-nya di Kota Surabaya, karena kode etik yang dilanggar tadi," kata Eri kepada detikJatim di Balai Kota, Jumat (14/8/2026).
Eri menyebut pencabutan status Cak Surabaya tersebut telah berlaku sejak Rabu (12/8/2026).
"Per kemarin (Rabu 12 Agustus 2026). Per kemarin itu. Jadi setelah hasil rapat itu sudah langsung dilepaskan jabatannya dari Cak Surabaya," pungkasnya.
Dalam pernyataan yang disampaikannya, Tio berharap masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Ia menyatakan terbuka untuk memberikan penjelasan lebih lanjut dengan tetap mempertimbangkan privasi seluruh pihak yang terlibat.
Tio dan keluarganya juga menyatakan siap menunjukkan bukti-bukti yang dimiliki apabila diperlukan oleh pihak berwenang maupun pihak independen. Klarifikasi tersebut disebut sebagai upaya memberikan perspektif dari pihak Tio sekaligus menjaga nama baik dirinya dan keluarga.
Simak Video "MAMA Lime Green Day Fest 2026, Ajak Hidup Sehat Bareng di Surabaya"
[Gambas:Video 20detik] (abq/hil)
