Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal itu disampaikannya merespons pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI.
Bupati Fawait menilaim pidato Presiden memberikan arah yang jelas bagi pemerintah daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional yang positif tidak boleh sekadar menjadi angka statistik atau dinikmati segelintir orang.
"Pesan Presiden jelas, pertumbuhan ekonomi ini jangan sampai dinikmati oleh segelintir orang, tapi harus dinikmati oleh semua lapisan masyarakat," katanya usai mengikuti sidang secara daring di Gedung DPRD Jember, Jumat (14/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, optimisme ekonomi saat ini didasari indikator valid dari lembaga independen seperti BPS, bukan sekadar janji manis. Di Jember, pesan inklusivitas tersebut diterjemahkan lewat berbagai program konkret yang menyasar kelompok rentan.
"Mulai dari Home Care, pelayanan kesehatan gratis, hingga beasiswa. Itu bagian dari ikhtiar agar manfaat pembangunan dirasakan semua lapisan masyarakat, terutama kaum termarjinalkan," ujarnya.
Selain fokus pada pemerataan ekonomi, pria yang karib disapa Gus Fawait itu menyoroti agenda ketahanan pangan yang dipaparkan Presiden. Dia memastikan ketahanan pangan di Kabupaten Jember dalam kondisi sangat aman.
"Sangat aman di Jember," paparnya.
Gus Fawait mengungkapkan, produksi padi dan beras Jember pada 2025 kembali menempati posisi tiga besar di Jawa Timur. Guna mempertahankan capaian tersebut di tengah ancaman perubahan cuaca seperti El Nino, Pemkab Jember telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.
Langkah tersebut meliputi optimalisasi lahan serta pembangunan irigasi perpompaan, yang disokong penuh oleh TNI dan Polri.
"Kalaupun kita menghadapi tantangan cuaca, saya yakin kita jauh lebih siap dibanding tahun-tahun sebelumnya," tandasnya.
Sebagai informasi, dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan masa pemerintahannya. Ia menyebut pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan nasional.
Prabowo juga memaparkan sejumlah capaian di sektor pangan dan energi. Pemerintah, antara lain, mengklaim telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan serta mulai mewujudkan swasembada energi melalui produksi biodiesel B50.
Di bidang badan usaha milik negara (BUMN), Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menargetkan jumlah BUMN dipangkas menjadi paling banyak 300 perusahaan pada akhir 2026.
Presiden menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari restrukturisasi korporasi untuk mengurangi perusahaan yang tidak produktif sekaligus menekan biaya operasional.
