Gresik Bakal Punya Flyover Baru Atasi Macet di Perlintasan KA Cerme

Gresik Bakal Punya Flyover Baru Atasi Macet di Perlintasan KA Cerme

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Jumat, 14 Agu 2026 16:45 WIB
Perlintasan kereta api di Cerme yang menjadi salah satu titik langganan macet.
Perlintasan kereta api di Cerme yang menjadi salah satu titik langganan macet. (Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim)
Gresik -

Gresik bakal memiliki flyover baru. Flyover ini diharapkan bisa menjadi solusi mengurai kemacetan yang terjadi di sekitar perlintasan kereta api (KA) Jalan Raya Cerme. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berencana mengusulkan anggaran pembangunan jalan layang tersebut melalui APBD 2027.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Eddy Pancoro mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan sejumlah kajian untuk merealisasikan pembangunan flyover tersebut. Salah satu kajian yang telah rampung adalah analisis dampak lingkungan (AMDAL).

"Ini segera kami lengkapi kajian-kajian yang lain," kata Eddy, Jumat, (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Eddy, rencananya flyover tersebut memiliki panjang sekitar 500 meter, termasuk bagian oprit atau tanjakan awal. Saat ini, Pemkab Gresik juga mulai masuk pada tahap perencanaan teknis dan identifikasi kebutuhan lahan.

"Saat ini tahapan yang berjalan yakni perencanaan detail engineering design (DED) dan proses identifikasi kebutuhan lahannya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Rencana pembangunan flyover tersebut muncul karena perlintasan KA di Jalan Raya Cerme menjadi salah satu titik yang kerap mengalami kepadatan. Padahal, ruas jalan di kawasan tersebut cukup lebar, namun terjadi penyempitan menjadi dua lajur ketika memasuki area perlintasan.

Kondisi itu membuat arus kendaraan mudah tersendat, terutama setelah KA melintas dan palang pintu kembali dibuka. Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, dalam rentang 1,5 hingga 2 jam terdapat sekitar 10 perjalanan kereta api yang melintasi perlintasan Cerme.

Kepadatan semakin terasa pada pagi hari. Dari 10 perjalanan kereta api tersebut, lima di antaranya melintas pada rentang pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB, sementara palang pintu perlintasan ditutup sekitar empat menit sebelum KA melintas.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurai kepadatan, salah satunya dengan menempatkan petugas di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Namun, tingginya volume kendaraan dan frekuensi kereta yang melintas membuat kemacetan tetap sulit dihindari.

Pemkab Gresik sebelumnya juga telah tiga kali mengajukan permohonan pelebaran jalan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Permohonan itu ditujukan untuk menambah lebar jalan sekitar dua meter di area perlintasan kereta api.

Namun, untuk solusi jangka panjang, Pemkab Gresik memilih menyiapkan pembangunan flyover. Kepala Dinas Perhubungan Gresik Khusaini mengatakan, keberadaan jalan layang diharapkan dapat memisahkan arus kendaraan dari perjalanan kereta api sehingga kemacetan di Jalan Raya Cerme dapat terurai.

"Petugas selama ini rutin berjaga untuk mengatur lalu lintas saat jam padat. Dengan flyover itu kemacetan akan terurai," pungkas Khusaini.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads